Selasa, 17 Mei 2016

3 Kesalahan Fatal Dalam Memulai Bisnis


Banyak sekali kesalahan fatal dalam memulai bisnis, namun saat berbuat kesalahan bukan berarti meninggalkan bisnis bukan?
Ada masalah, ada solusi
Kunci yang harus Anda pegang adalah terus belajar menyempurnakan bisnis dengan baik, hindari kesalahan fatal dalam memulai bisnis.  Berikut adalah beberapa kesalahan fatal dalam memulai bisnis yang harus Anda hindari.

Pertama, tidak mengawal hati supaya ada di jalan yang benar.  Kesulitan terbesar dalam bisnis bukan kompetisi bisnis, tetapi bagaimana mengawal hati supaya ada di jalan yang tepat.  Kompetisi hati, ya bagaimana hati untuk tetap berpikir jernih melibatkan luasnya persaingan, keunggulan pebisnis lainnya, hingga cara yang dilakukan sesama pebisnis tanpa mengotori hati.
Kompetisi hati menuju cara pandang yang positif akhirnya akan menyelamatkan setiap bisnis yang dikawal.  Berkompetisilah dengan hati untuk memenangkan persaingan.

Kedua,  Tidak paham konsep inovasi.  Inovasi adalah sebuah kata penting dalam bisnis.  Namun tidak semua inovasi berjalan baik, bahkan diantaranya bisa saja menuai kontroversi di dalam perusahaan sendiri. Siapkan telinga dan hati menerima kritik, saran dan masukan bagi perbaikan.  Apakah untuk selanjutnya inovasi akan dihentikan?  Tidak!  Yang harus dilakukan kemudian adalah berhati-hati dalam berinovasi.  Pahami konsep trial and error serta pahami juga konsep inovasi dan sukses.  Apakah artinya dengan inovasi tidak akan berbuat kesalahan?  Belum tentu.  Cara yang benar dalam berinovasi adalah mengakui jika terjadi kesalahan dan meningkatkan inovasi lainnya. 

Ketiga, tidak memiliki mental dan cara berpikir positif.  Berbisnis bukan hanya membutuhkan kekuatan uang untuk mengawalnya, jauh lebih pening adalah kekuatan mental.  Cara berpikir dan mental yang positif sangat membantu untuk keluar dari masa-masa binis yang suram.  Dalam berbisnis, saya pun tidak hanya mendapatkan pencapaian.  Terjun bebas dari posisi puncak menuju masa suram pernah saya rasakan.   Kalau saja saat itu saya menyerah Indiscript akan hilang dari peredaran.  Alhamdulillah dengan kekuatan mental semua bisa diatasi. 


Salah satu yang harus Anda pegang adalah ketika mendapatkan sukses tidak perlu bahagia berlebihan, ketika mendapatkan kegagalan, tidak perlu sedih berlebihan.  Jadikan kesalahan berbisnis sebagai pelajaran berharga untuk berproses lebih baik.  Nikmati semua proses dengan hati senang dan tenang.

5 Kesalahan Dalam Merancang Target Bisnis





Ketika saya mulai mengajarkan konsep mengejar target, tentulah tidak mudah bagi mereka yang terbiasa mengerjakan semua mengalir seperti air. 
Bagi saya, mengejar target adalah keharusan.  Kita semua harus berusaha mengejar target apapun.  Target hafalan Quran, target belajar, target bisnis, target menulis, target mendidik anak, target memprospek dan target apapun.  Tanpa target, memang hidup akan mengalir seperti air, tapi kalau airnya kering? Ya nggak bakalan ngalir.  Merancang target memang nggak gampang, perlu strategi dan berbagai pembelajaran, karena itu tak heran jika terkadang pebisnis melakukan beberapa kesalahan.
Berikut saya rangkum beberapa kesalahan dalam merancang target bisnis, silahkan disimak.

Pertama, Target tidak fokus ke sales.  Fokuslah ke penjualan lebih cepat bukan menumpuk produk

Kedua, Tidak mengkalkulasi produk baru berdasarkan PO dan ketersediaan stok.  Sebaiknya Anda menghitung target dan melakukan PO ketika produk mulai menipis.  Jika ANda butuh 3 hari untuk produksi, hitung dan produksi 3 hari sebelumnya menggunakan uang penjualan bukan produk baru

Ketiga, Tidak mengembangkan reseller.  Reseller agar produk lebih luas menjangkau pasar

Keempat, Tidak menggunakan target setiap bulan dan meracik program baru terus menerus sehingga tidak pernah kehabisan pasar.

Kelima, Tidak membuat program yang menarik untuk menjaring reseller.

Merancang target bisnis memang bukan persoalan mudah, seperti halnya menjadi pebisnis memang bukan persoalan yang mudah.  Diantara mimpi besar ingin membuat bisnis menjadi lebih besar.  Persoalan datang silih berganti dan selalu membuat pembelajaran semakin kaya.  Namun masalah datang silih berganti jangan membuat Anda berhenti bergerak. 
Teruslah bergerak mencari solusi, memunculkan inovasi, memperbaiki kesalahan dan tidak larut dalam masalah. 
Ketika saya sudah melakukan banyak hal untuk mencapai sesuatu tapi tidak bisa mencapainya, maka saya begitu percaya pada saat itu Allah meminta saya berpikir. Sudah siapkah mendapatkannya?  Sudah pantaskah mencapainya?
Yakin bahwa Allah akan memberikan rejeki dan mengabulkan doa serta mewujudkan ikhtiar ktia pada waktu dan kondisi yang tepat.
Nah, di akhir bulan ini target apa yang tidak bisa Anda capai?  Berjuanglah untuk bulan depan dan jangan pernah berhenti memohon pada Sang Maha Pemberi.  Tetap semangat!



Menghindari Larinya Konsumen Ke Pesaing, Butuh Komunikasi yang Intens



Memiliki belasan ribu teman di komunitas bisnis membuat saya semakin tahu masalah yang terjadi di lapangan bagi pebisnis.  Satu-persatu training pun INDSCRIPT Training Center diselenggarakan based on story anggota komunitas bisnis yang saya kawal.

Omzet yang menurun
Kesulitan mengemas strategi
Minim networking
Konsumen lari ke pesaing
Inovasi yang kurang
Tapiiii...modal terlanjur habis karena STOK yang tidak terjual, konsumen-konsumen lama malah lari ke pesaing.

Kenapa konsumen bisa lari ke pesaing?
Dalam berbagai kasus, cara memprospek yang kurang komunikatif serta membuat diskusi jadi mentok itulah yang jadi masalah utamanya.
Bisnis adalah komunikasi
Komunikasi dalam bisnis saat penting saat ini dan sampai kapanpun
Menghindari larinya konsumen ke pesaing butuh komunikasi yang intens.
Anda juga jangan langsung memprospek orang-orang yang baru Anda kenal.  Usahakan berteman dulu, berkomunikasi secara intens, agar mereka lebih terbuka terhadap Anda.  Bangun kepercayaan.  Tak lama lagi, tanpa Anda susah payah memprospek, mereka akan secara sukarela membeli produk Anda. 
Latihlah kemampuan dan keterampilan berkomunikasi atau public speaking Anda.  Jika perlu Anda bisa mengikuti training atau mencari coach creative public speaking.  Dari mereka Anda akan mendapatkan banyak ilmu bagaimana teknik-teknik closing yang jitu.
Kenalilah konsumen Anda, termasuk juga konsumen-konsumen lama Anda. Cari tahu apa kebutuhannya.  Berikan solusi atas kebutuhan konsumen Anda.  Setelah itu pahami apa saja yang diharapkan konsumen dari yang Anda tawarkan. Ungkapkan dengan jelas semua informasi yang dibutuhkan.   Transfer manfaat-manfaat positif dari produk Anda kepada mereka. 
Niatkan bisnis untuk berbagi manfaat pada semua orang.  Jika niat Anda baik, komunikasi yang Anda lakukan akan lebih lancar.

Pelajaran berharga juga kadang-kadang saya dapatkan dari sebuah komunikasi.  Saya berusaha menghindari kemarahan termasuk mencoba untuk tidak marah.  Begitupun saat Anda menghadapi konsumen yang mengesalkan.  Memang tidak mudah mengendalikan emosi.  Namun jika kita bisa mengendalikannya, hati akan terasa sangat damai, komunikasi pun akan lancar.
Memiliki sikap mental untuk berpikir, bertindak, berjejaring dan berkomunikasi secara positif dan kreatif akan mempermudah langkah kita, dimanapun, kapanpun. 

Mari makin KREATIF BERKOMUNIKASI.


Senin, 16 Mei 2016

Kenapa Training di Indscript Tidak GRATIS?


Pertanyaan itu ditanyakan oleh begitu banyak orang, TAPI ternyata tidak hanya ditanyakan pada Indscript. Kemarin, saat saya mendengarkan video seorang mentor yang keren di Indonesia, dia pun ditanyakan hal yang sama!
Lalu apa jawaban beliau, "Jika Anda ingin GRATIS untuk ILMU yang bisa membantu Anda untuk SUKSES maka mental Anda adalah mental gratisan. Maka, untuk yang mental gratisan, sulit untuk bisa sukses. Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan."
Saya sih tidak menjawab seekstrim itu, hanya saja saya ingin mengatakan bahwa TRAINING BERBAYAR sangat penting karena:
1. Pasti ilmunya lebih lengkap
2. Pasti semangat Anda lebih optimal karena Anda sudah merogok kocek Anda
3. Pasti Anda tidak lalai mengerjakan tugas karena Anda sudah membayar
4. Pasti Anda ingin hasil maksimal karena sudah mengeluarkan uang untuk training
5. Trainer atau mentor Anda bukan hanya akan memberi training tapi akan mendampingi Anda
Beda banget jika Anda mengikuti training gratisan yang biasanya:
1. Malas-malasan karena dapat training nggak ada effort berlebih
2. Setelah ikut training, dilepas begitu saja karena tidak ada pendampingan
3. Pusing sendiri mana yang mau diikuti sarannya karena semua menyajikan pola yang berbeda dalam memberikan arahan

Masih banyak alasan kenapa harus BAYAR padahal bisa juga ikut yang GRATISAN. Yang pasti sukses ada di tangan Anda sendiri, kesuksesan itu harus dibeli dengan KERJA KERAS, KONSENTRASI, WAKTU, dan juga BIAYA.

Oh ya, saya sendiri meski saat ini menjadi mentor dalam berbagai training nulis dan bisnis, tapi mengikuti training berbayar tetap saya lakukan. Bahkan saya memilih kelas training yang mahal sekalian, karena menurut saya training mahal ilmunya juga mahal. Dan sekarang saya sedang menyiapkan diri untuk mengikuti sekolah internet marketing yang juga berbayar selama 1 tahun full.

Bagaimana menurut Anda? Sudah siap mengikuti training berbayar?

Tolong Facebook Telah Merenggut Waktuku

(Bergaul di dunia nyata sama pentingnya dengan bergaul di dunia maya)


Adakah Ibu Rumah Tangga yang nggak rempong?
Dari bangun tidur hingga tidur lagi rasanya jadwal padat merapat melebihi jadwal eksekutif di berbagai perusahaan
Sebuah jadwal domestik yang luar biasa
Ditambah lagi aktivitas pilihan si ibu yaitu menjadi pebisnis atau jadi penulis, bisa dipastikan ibu akan bertambah rempong
Tapi Bu, tahukah Anda, tenyata yang membuat para perempuan semakin rempong adalah kehadiran Gadget!
Dengan gadget, semua terasa lebih sibuk
Sedikit-sedikit liat gadget
Dikit-dikit nengok facebook
Rempong liat beranda orang
Curi waktu sedang masak balas komentar
Aiiih nggak nyadar waktu jadi sedemikian berdesakannya
Tolong Facebook telah merenggut waktuku!
Mungkin demikian jeritan banyak perempuan.
Aaah alangkah sayangnya, Gadget yang seharusnya bisa menyederhanakan semua pekerjaan, memangkas waktu, bisa menambah ilmu, justru jadi alat yang bikin sang ibu makin rempong
Kerasa nggak sih, Bu... tiap buka gadget, bisa habis 2-3 jam untuk berselancar di facebook hanya sekedar liat beranda-beranda orang?
Aiiih sayang waktumu, Bu..alangkah bermanfaatnya jika 2-3 jam digunakan untuk mengoptimalkan bisnis dengan melakukan prospek, closing penjualan, dan belajar bisnis melalui akun jejaring sosial Anda.
Facebook adalah salah satu jejaring sosial yang bisa banyak membantu dalam kegiatan promosi bisnis.  Betapa tidak, situs ini memiliki user yang sangat banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu.
Bagaimana cara memanfattkan facebook untuk promosi bisnis?
Yuk kita pelajari cara berikut ini Bu,
Pertama, cara promosi di facebook yang pertama adalah update status.  Belajarlah mempromosikan bisnis Anda dengan cara story telling dan soft selling lewat status yang Anda posting.
Kedua, mencari teman sesuai target.  Jika kita mendapat teman yang tertarget dan aktif maka update status yang kita lakukan tidak akan sia-sia.
Ketiga, meningkatkan edgerank.  Intinya agar setiap postingan terlihat di news feed semua teman facebook Anda walaupun 10 jam yang lalu Anda posting.  Caranya dengan rutin memposting, menyertakan foto/video/link serta mendapatkan share comment dan like yang banyak.  Susah?  Nggak juga.  Anda tinggal banyak berlatih untuk menulis status-status yang menarik.

Nah, Sudah siap mengefektifkan gadget untuk membuat Facebook Anda lebih positif Ibu-Ibu?


Usaha Sampingan untuk Ibu Bekerja yang Nggak Ribet

(Seorang Ibu Bekerja Belajar Menulis)

Banyak ibu yang sudah mempunyai karir bagus di tempat kerja tertarik untuk memulai usaha sampingan agar bisa menyalurkan passion.
Memang Bisa?
Mungkin Anda nggak percaya.
Sebagai ibu bekerja memang tampak sedikit sulit untuk memulai bisnis.  Mengingat aktifitas setiap hari yang harus dijalani cukup banyak.  Namun bukan berarti ibu bekerja tidak bisa memiliki usaha sampingan.  Karena sifat dasar perempuan yang multiperan, baik sebagai ibu rumah tangga, karyawan, maupun sebagai pebisnis memudahkan mereka untuk bisa tetap eksis di berbagai peran yang mereka tekuni.
Bisnis kepenulisan adalah salah satu usaha sampingan untuk Ibu Bekerja yang Nggak Ribet.  Karena menulis adalah hal yang semua orang bisa melakukannnya.dimanapun dan kapapun.
Tapi bisnis kepenulisan erat kaitannya dengan deadline, apa bisa?
Deadline itu memang memacu adrenalin.  Namun seharusnya malah membuat Andaterpacu untuk menyelesaikan berbagai proyek menulis.
Adanya berjubel deadline di kepala Anda, bagaimana mengejarnya ya, padahal pekerjaan rumah dan kantor pun tidak bisa kompromi?
Pertama, Buatkan jadwal penulisan Anda!
Banyak diantara kita merasa ketika menulis, rasanya kok sudah kehabisan nafas saking banyaknya pekerjaan rumah atau kantor yang harus dilakukan. Mau mengerjakan di malam hari,  sudah capek. Mau mengerjakan di pagi hari, sibuk ngurus anak. Mau mengerjakan di siang hari, bagaimana mungkin itu kan di kantor?
Nah, seperti halnya tugas rumah atau tugas kantor, TAMBAHKAN satu jadwal HARIAN Anda yaitu menulis. Anggaplah menulis adalah jadwal harian yang tidak kalah pentingnya dengan dua pekerjaan utama Anda. Untuk masalah waktu silakan Anda yang mengatur, sebab Anda yang tahu kapan Anda bisa lebih leluasa mengerjakan tambahan ‘job’ baru.
Kedua, Siapkan data yang Anda butuhkan jauh-jauh hari.
Mulai tumpuk di meja buku apa yang Anda butuhkan sebagai referensi, mulai kumpulkan dalam file hasil copas dari internet sebagai sumber bacaan, kumpulkan Koran/media yang membahas tema tersebut, pokoknya kumpulkan semua bahan yang Anda butuhkan sebagai amunisi Anda.
Ketiga, Buat target halaman
Jika Anda punya deadline mengerjakan 100 halaman dalam 1 bulan berarti artinya Anda harus menulis sekitar 3-4 halaman per hari. Bisa? Nah, kalau hari ini baru tercapai 2 halaman, berarti besok Anda menulis 4-5 halaman. Nah, komitmenlah dengan itu.
Keempat, Bawa selalu peralatan wajib
Bagi seorang penulis, computer/laptop yang mudah terkoneksi dengan internet adalah peralatan wajib yang harus selalu dibawa-bawa.  Jadikan selingan menulis di sela-sela Anda menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah ataupun saat waktu istirahat di kantor.   Menulis bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, banyak perempuan memilih menulis ketika anggota keluarga lain sudah tidur atau anggota keluarga belum bangun tidur.
Nah, sekarang Anda percaya ibu bekerja bisa berbisnis juga kan?  Nggak pakai ribet lagi!



Perempuan Itu Harus Menginspirasi Perempuan Lain



(PErempuan berkolaborasi)


Melihat perempuan, dari berbagai sisi baik kelemahannya hingga keunggulannya saya semakin yakin bahwa jika memang satu perempuan dengan perempuan lainnya saling mengisi maka akan tumbuh perempuan yang kuat dan mengubah dunia. Perempuan yang sedang berjuang untuk rakyat, harus didorong oleh kekuatan perempuan lainnya. Perempuan yang kuat, harus memberi energi pada perempuan yang lemah. Perempuan yang cerdas berbagai kecerdasan pada perempuan yang minim informasi. Perempuan yang hebat menyebarkan auranya pada mereka yang tertatih dalam hidupnya.
Ya, perempuan harus saling MENGUATKAN satu sama lain, bukan MELEMAHKAN satu perempuan dengan perempuan lain. Perempuan itu harus menginspirasi perempuan lain.
Beruntung kita hidup di era sekarang, dimana teknologi internet memudahkan kita untuk berinteraksi dengan perempuan lain dimanapun kita berada.
Jejaring sosial menjadi salah satu alat mempertemukan kekuatan perempuan dari seluruh Indonesia.
Saya banyak belajar dari perempuan-perempuan lain melalui dunia maya.  Banyak diantara mereka yang memiliki mimpi besar untuk mewujudkan bisnisnya lebih baik. Saya belajar dari mereka tentang kegigihannya belajar tentang apa saja termasuk lebih memperdalam tentang dunia bisnis dan dunia menulis!
Luar biasa! Ada banyak perempuan yang membuat saya kagum. Kekaguman yang tidak pernah habis-habisnya. Pergaulan dengan perempuan membuat saya bangga menjadi perempuan. Terlepas dari kebanggaan saya pada perempuan, ada satu sisi yang juga saya mencoba mematahkannya  di kalangan para perempuan yaitu sisi sensitif perempuan yang kerapkali merasa harus bersaing dengan perempuan lainnya. Persaingan yang kerapkali berujung pada permusuhan, antipati, dan iri hati. Jika tiga hal ini sudah menguasai perempuan maka menurut saya mereka akan berhenti belajar dari kehebatan perempuan lainnya.
Dalam pergaulan memang selalu ada aura positif  dan aura negatif.  Dengan berbagai kepala yang kita temui, akan banyak gejolak yang akan muncul.  Hanya pemahaman Anda akan perbedaan yang akan membuat Anda semakin nyaman Anda berinteraksi di jejaring sosial
Sediakan lebih banyak ruang di hati untuk menghadapi perbedaan, hilangkan permusuhan, antipasti dan iri hati. 
Mari lebih terbuka untuk belajar satu sama lain.

 Jadilah perempuan yang saling menginspirasi dalam setiap langkah kita, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Minggu, 15 Mei 2016

Nggak Perlu Keluar Rumah Untuk Dapat Ilmu


Menjadi seorang penulis adalah cara terbaik untuk mengekpresikan pengetahuan dan pemikiran Anda.  Bagi yang belum terjun secara penuh ke dunia ini, kedengarannya sangat mudah untuk menjadi seorang penulis, namun seiring berjalannya waktu Anda akan menyadari bahwa menulis itu sebenarnya tidak mudah.
Ya, meskipun Anda sudah lancar menulis, bukan berarti jalan sudah terbuka lebar-lebar. Akan tetapi, banyak kerikil tajam yang siap menghadang jejak langkah Anda dalam menapaki dunia kepenulisan.
Apakah ada cara untuk mengatasinya? Tentu saja!
Caranya adalah jangan pernah berhenti belajar.  Menjadi seorang penulis besar tidak boleh berhenti belajar.  Jadikan belajar menulis dan menulis sebagai proses yang berkesinambungan untuk terus meningkatkan kualitas tulisan Anda.  Anda harus mampu memperkaya wawasan diri Anda setiap hari, jika Anda menginginkan keseriusan dalam dunia menulis.
Sekarang ini banyak kemudahan untuk mencari ilmu menulis.  Anda nggak perlu keluar rumah untuk dapat ilmu.
Belajar menulis bisa dimulai dari media apa saja, termasuk media-media yang disajikan melalui teknologi Internet.   Anda bisa belajar melalui akun sosial media orang-orang yang sudah ahli dalam dunia menulis.  Dapatkan inspirasi dari penulis terbaik dan belajarlah dari mereka.  Itu akan membantu Anda terinspirasi dan meningkatkan kualitas Anda dalam menulis.
Hilangkan faktor dari dalam diri sendiri yakni rasa malas yang menyebabkan Anda berhenti belajar menulis.
Berhenti belajar menulis dalam jangka waktu lama akan membuat ketrampilan dan motivasi yang telah Anda miliki akan hilang. Untuk itu, tidak ada jalan lain bagi seorang penulis kecuali harus tetap konsisten belajar dan terus menulis dalam kondisi apapun dan dimanapun. Jangan biarkan kesempatan terbuang sia-sia tanpa ada aktifitas menulis. Tetaplah menulis, meskipun hanya berupa; diary, catatan harian, flash fiction, outline, dan lain-lain.  Belajarlah ilmu menulis setiap ada kesempatan.
Cobalah lihat, banyak inspirasi datang dengan belajar dari kehidupan di sekitar Anda.  Dengan terus belajar, Anda akan terhindar dari mental blok dan kekurangan ide.  Ilmu itu ada dimana-mana.  Nggak perlu keluar rumah untuk dapat ilmu.  Semuanya tergantung Anda sendiri, sudah kosongkan gelas Anda setiap saat?








Ibu, Jadi Penulis Saja! Nggak Perlu Modal, Nggak Perlu Karyawan


Hai ibu, apakah Anda hobi menulis? Jika Ya, beruntungnya Anda!
Menulis adalah kegiatan yang positif yang menghasilkan.
Maka ibu rumah tangga yang ingin produktif dari rumah, jadi penulis saja! Nggak perlu modal, nggak perlu karyawan.
Bila dikelola dengan tepat, hobi menulis memang bisa menjadi bisnis yang menggiurkan.
Tapi apa yang harus ditulis?
Mungkin sebagian dari Anda masih bingung, bagaimana memulai dan apa yang harus ditulis. Sebenarnya banyak sekali hal yang bisa kita tulis. Kegiatan sederhana bila dikemas dengan rangkaian kata yang baik akan menjadi sebuah tulisan yang menarik. Salah satunya adalah menulis dari pengalaman
Sebagian orang ingin menulis hal-hal yang besar sehingga dia menunggu mood dan ide atau tema yang pas untuk tulisannya. Menunggu adalah hal yang harus dihindari ketika kita menulis. Jika ingin menjadi seorang penulis maka resep jitu adalah mulai menulis.
Jangan pernah takut menulis dari pengalaman. Karena banyak buku yang ditulis oleh penulis hebat berdasarkan dari pengalaman hidupnya. Bahkan diangkat menjadi layar lebar.
Kenal dengan Raditya Dika? Seorang penulis muda yang tulisan dalam bukunya banyak diangkat ke layar lebar. Hampir semua buku yang dia tulis adalah pengalaman sehari-hari yang awalnya dituliskan dalam bentuk cerita di blog.           
Jadi, jangan pernah beralasan berhenti menulis karena tak ada ide tulisan. Karena apapun bisa kita tulis salah satunya adalah menulis pengalaman hidup kita.
Tapi bagaimana memulainya?
Mungkin Anda punya banyak sekali pengalaman yang menarik untuk dituliskan tapi masih bingung untuk memulai menulis.   Yuk, kita susun langkahnya
1.      Tulis semua pengalaman menarik dan berkesan yang pernah kita alami
2.      Mulailah menulis salah satu pengalaman tersebut
3.      Menuliskan pokok pengalaman tersebut secara garis besar dan sistematis
4.      Kembangkan pokok pengalaman tersebut

Pengalaman adalah guru terbaik kita. Oleh karena itulah kita abadikan pengalaman hidup kita dalam sebuah tulisan agar bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang.  Mulai dari pengalaman yang lucu, menyenangkan dan menyedihkan.
Pengalaman biasa akan menjadi luar biasa jika diolah dengan kata-kata yang penuh makna bahkan dapat menjadi inspirasi orang di sekitar kita. Jadi jangan pernah takut untuk menulis dari pengalaman.
Yuk ibu, biar produktif jadi penulis saja!  Nggak perlu modal uang, nggak perlu karyawan.  Cukup modal pengalaman saja!



Sabtu, 14 Mei 2016

Berkomunitas, Jangan Jadi Silent Reader, Makin Aktif Makin Baik Untuk Bisnis Anda





(Berkomunitas dengan aktif)

Tahukah apapun profesi Anda harus wajib masuk di dalam komunitas sebagai salah satu kunci sukses? Begitu pula jika Anda memiliki bisnis wajib bergabung di komunitas bisnis.   Namun berkomunitas, jangan jadi silent reader, makin aktif makin baik untuk bisnis Anda, baik secara online maupun offline. Banyak sekali manfaat bergabung di komunitas bisnis, antara lain:

Satu, Anda akan dapat banyak ilmu secara gratis saat komunikasi internal di komunitas. Sebagai anggota komunitas tentu ada yang lebih profesional serta mau berbagi ilmu dan pengalaman soal dunia bisnis. Padahal untuk mendapatkan ilmu Anda harus merogoh kocek, seperti datang ke seminar atau mengikuti pelatihan. Sedangkan di komunitas? Biasanya gratis!

Dua, di komunitas akan bertemu dengan anggota lain, yang artinya menambah daftar teman sekaligus membuka peluang kerja sama. Link tersebut sangat bermanfaat agar bisnis Anda kian berkembang di masa mendatang. Sebagai contoh, Anda pebisnis kerajinan tangan yang bertemu dengan pebisnis wedding organizer di komunitas, maka Anda dapat menawarkan kerja sama dengan menyediakan produk souvenir.

Tiga, yang paling menyenangkan adalah melalui komunitas bisa mendatangkan proyek. Sebagai contoh, anggota komunitas A sedang mendapatkan banyak order souvenir yang kemungkinan tidak bisa dikerjakan semua, maka Anda dapat menawarkan bantuan dengan membuat produk souvenir dengan kualitas yang sama pula.

Empat, mendapatkan informasi lomba. Para anggota komunitas saling berbagi informasi mengenai lomba yang menarik untuk diikuti. Jika salah satu anggota komunitas pernah menjadi pemenang lomba tersebut, akan memberikan bocoran apa-apa saja yang menarik bagi juri. Rahasia ini dapat Anda gunakan sebagai acuan untuk mengikuti lomba saat ini. Tentu saja, tips tersebut tidak akan Anda dapatkan jika tidak bergabung di komunitas.

Lima, komunitas umumnya mengadakan event. Momen tersebut dapat Anda gunakan untuk lebih dekat dengan anggota lain. Bisa juga, di acara komunitas akan mendatangkan tokoh nasional yang susah untuk Anda temui.
Nah, tunggu apalagi? Segera mencari komunitas bisnis dan aktif di dalamnya.




Membangun Bisnis dari Hobi Menulis

(Bersama Ibu Atalia Ridwan Kamil)


Saya memulai karir menulis sejak kelas 1 SMA. Tulisan saya dimuat di salah satu majalah remaja tahun 1996 dengan honor sebesar 150ribu. Namun, sebelumnya saya memang memantapkan hati menjadi penulis sejak kelas 4 SD karena hobi saya membaca dan saya ingin sekali kemudian menuliskan sesuatu serta tulisan saya dibaca oleh banyak orang. Bahkan, saya jatuh cinta pada seorang sastrawan yang puisinya sering tampil di media sejak remaja, saya kemudian bertemu dengannya dalam satu perhelatan di dunia: MENULIS.
Pada masa sekarang, semua orang amat dimudahkan untuk mencapai apapun karena internet menyajikan banyak informasi, interaksi, hingga kolaborasi tanpa batas. Pada zaman saya, kemudahan seperti ini tidak ada. Saya melakukan proses belajar menjadi penulis secara OTODIDAK. Tidak jarang saya mengetuk pintu media satu per satu bermodalkan mesin ketik, perangko, kertas, dan amplop. Jika DITOLAK saya akan kembali menyempurnakan tulisan, jika diACC menambah semangat belajar.   Saya menulis dan teus menulis.
Tahun 2007 saya memutuskan untuk membangun bisnis dari menulis, yakni bisnis jasa penulisan. Bisnis yang awalnya dianggap aneh dan tidak potensial oleh banyak orang.
Bisnis ini memang tidak biasa dan tidak seperti bisnis kebanyakan.  Namun keyakinan saya, jika sebuah bisnis dijalankan berdasarkan passion Insya Allah akan berjalan lancar.  Hambatan yang muncul akan lebih mudah teratasi.
Alhamdulillah lebih dari 2000 judul buku dari pada penulis yang berada di bawah naungan perusahaan saya berhasil diterbitkan hingga kini.  Bisnis saya terus berkembang dari hari ke hari.
Kini, usia bisnis menulis saya sudah bertahun-tahun namun hingga kini saya masih merasa NOL besar karena bisnis kepenulisan terus bergerak maju. Pesaing juga mulai bermunculan.
Hal ini tidak membuat saya menjadi gentar.  Saya terus belajar menyempurnakan langkah saya.

Maka, bagi Anda yang merasa tertarik membangun bisnis dari passion Anda mulailah semua dari NOL. Kosongkan kepala Anda dan mulailah berbisnis, lupakan semua hambatan.  Mulailah berbisnis dengan passion, namun tetaplah menjadi NOL agar Anda terus belajar menyempurnakan langkah Anda.

Kesalahan Memulai Bisnis

(Si sulung yang suka bisnis)

Sebagai seorang pebisnis pemula tentu menuntut Anda harus belajar banyak hal untuk menghindari kesalahan.  Melakukan kesalahan saat memulai bisnis bisa bikin bisnis Anda tidak jalan dengan baik.
Apa kesalahan yang kerap dilakukan saat memulai bisnis?
Kesalahan-kesalahan pebisnis pemula banyak berkaitan dengan etika berbisnis. Termasuk etika berbisnis dalam bidang promosi, yaitu dengan memberi informasi berdasarkan fakta mengenai produk atau jasanya. Sebagai contoh, Anda menuliskan bahan produk tanpa ada yang dikurangi atau ditambahi. Bila Anda bergerak di bidang jasa, harus menuliskan fasilitas yang memang akan diterima oleh pengguna.  Peganglah komitmen Anda.  Besar kecilnya konsumen Anda jangan pernah membuat Anda membeda-bedakan jasa yang Anda berikan pada mereka.

Selain itu, pelaku usaha yang paham etika bisnis selalu membuka dialog dengan anak buahnya. Pebisnis harus siap menerima masukan dan kritik dari karyawannya demi berkembangnya usaha sekaligus dapat berkembang bersama-sama. Jagalah selalu motivasi kerja pada karyawan Anda. Bukan sekedar memberi perintah tanpa menyiapkan fasilitas dan dukungan bagi karyawannya untuk berkembang.  Hubungan yang baik dengan karyawan akan membantu konsistensi Anda dalam menjalankan bisnis.  Banyak pebisnis yang berhenti di tengah jalan karena kehilangan karyawan-karyawan terbaik untuk membantu menggerakan bisnisnya menuju kesuksesan.

Tidak ketinggalan, pebisnis harus menghasilkan produk atau jasa yang tidak merugikan masyarakat luas. Misalnya, jangan sampai sampah bisnis justru meracuni lingkungan di sekitar, atau menggunakan bahan yang berbahaya tanpa menuliskan di dalam info produk, hingga menawarkan jasa kuliner tetapi tidak menjaga kebersihan sehingga dapat membuat konsumen keracunan.  Sikap peduli Anda pada konsumen akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen kepada Anda.  Sikap peduli menunjukkan bahwa Anda tidak semata-mata berbisnis untuk mencari keuntungan.  Namun lebih dari itu ingin membangun silaturahmi agar bisa menjamin kelanggengan hubungan bisnis dengan konsumen-konsumen Anda.  Suatu bisnis yang didirikan hanya untuk mencari keuntungan semata tidak akan bertahan lama.

Nah, bagaimana, sudah siapkah menjadi pebisnis yang beretika?


“Memulai Bisnis dari Nol Untuk Menjadi Wirausaha Di Era MEA”

(Kegiatan kolaborasi untuk pemberdayaan perempuan)


Pada hari kamis tanggal 12 Mei yang lalu, saya mengawal para ibu di kawasan Kelurahan Regol untuk mengikuti pelatihan produk home care yang digelar PT Bratachem, Indscript Creative bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung. Organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Indonesia Marketing Association (IMA). Kolaborasi ini terjalin dengan sangat apiknya karena kami semua concern dalam pemberdayaan perempuan, membuat perempuan Indonesia jauh lebih baik dari waktu ke waktu.
Kegiatan bertajuk “Memulai Bisnis dari Nol Untuk Menjadi Wirausaha Di Era MEA” ini bertujuan mengajak para ibu rumah tangga untuk memiliki jiwa pebisnis.  Para ibu diberikan pelatihan membuat produk sendiri khususnya sabun cuci piring dan detergen cair yang aman dan ramah lingkungan. Diharapkan kedepan mereka bisa menjual produk tersebut.
Kegiatan ini disambut baik oleh Ibu Siti Oded, istri Wakil walikota Bandung.  Keinginan beliau agar kegiatan ini dapat menambah nilai ekonomi bagi para ibu rumah tangga.
Senang rasanya menyaksikan antusiasme perempuan-perempuan hebat ini selama berkegiatan.  Bersama mereka bagaikan mendapat suntikan energi positif yang tidak pernah habis.  Ya, dalam berbagai pertemuan seperti ini saya menyerap begitu banyak energi positif, energi yang saling menular satu sama lain.
Mengikuti kegiatan seperti ini memang banyak mendatangkan hal yang positif.  Para ibu bisa belajar satu sama lain untuk  menelurkan kreativitas dilakukan terus menerus dan tanpa batas. Meski mungkin saja tidak semua hal kreatif yang ditelurkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara langsung, namun dari sinilah mereka bisa belajar bereksperimen untuk terus melangkah dan mempelajari hal-hal yang baru.
Dari setiap pertemuan, para ibu yang berjumlah 60 orang itu bisa belajar membangun kekompakan dan berlatih membangun komunikasi dengan banyak orang.  Belajar bergaul dengan semua orang di sekeliling.  Bergaul kan tak harus dengan orang dengan latar belakang yang sama.  Berinteraksi bisa dengan siapa saja selama memberikan pengaruh baik.
Mutiara Udjo yang juga hadir menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut memaparkan mengenai pentingnya strategi marketing dalam bisnis. Beliau menceritakan bagaimana Saung Angklung Udjo membangun bisnis. “diawali ngamen dari rumah ke rumah” ujarnya.
Saya sendiri membawakan materi mengenai bagaimana memulai bisnis dari nol, mulai dari menciptakan produk hingga melakukan penjualan. Sedangkan dari Bratachem memberikan penjelasan mengenai bahan dan output yang bisa dihasilkan.
Perempuan, mari kita berinteraksi dan belajar satu sama lain sebagai pembuka kesuksesan berikutnya di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.  
Jadilah pribadi yang terbuka, fleksibel, ramah dan haus untuk terus belajar.  Sehingga kita memiliki banyak relasi dan mudah bergaul dengan siapa pun. Sebaliknya jika kita menutup diri bahkan tak mau bersosialisasi. Bersiaplah untuk menjadi manusia asing.


Jumat, 13 Mei 2016

FREE Ebook Manajemen Waktu untuk Ibu Rumah Tangga



Sebagai persembahan terbaik bagi Anda, saya memberikan ebook khusus yang semoga bermanfaat untuk membuat manajemen waktu Anda lebih baik

Monggo didownload aja 


http://www.4shared.com/office/CKHqB6Tfce/E-Book-Seri-jagoan-Jilid-5-Jag.html


Salam penuh bahagia,
Indari Mastuti

Bisnis Butuh Mentor, Benarkah?



Meraih kesuksesan tentu menjadi impian setiap orang, apapun bidang profesi Anda.
Untuk meraih sukses bisnis butuh mentor, benarkah?
Tentu saja!  Belajar dari orang yang pernah mengalami pasang surut bisnis lalu mencapai kesuksesan adalah salah satu cara untuk mempercepat bisnis Anda mencapai sukses yang sama bahkan lebih.
Lalu, apa yang harus Anda lakukan?
Ini saatnya mencari mentor yang tepat agar kemampuan Anda kian melesat. Pilihlah mentor yang sudah melalui berbagai pengalaman hingga meraih titik sukses pada saat ini. Selain itu, juga ada baiknya mencari seorang mentor yang menawarkan pedampingan atau membuka ruang konsultasi kapan saja. Sehingga Anda bisa memanfaatkan semua peluang dengan maksimal.
Dimana Anda bisa dapatkan seorang mentor?
Perkembangan teknologi membuat siapa saja mudah berkenalan secara online dengan mentor yang sudah sukses. Anda dapat berteman lewat media sosial atau membaca tips bisnis lewat website-nya. Dari perkenalan di dunia maya tersebut, Anda bisa mendapatkan banyak pelajaran praktis dalam mengembangkan potensi diri.
Setelah itu cobalah bertanya secara langsung apakah orang tersebut bersedia menjadi mentor Anda.  Apabila bersedia, tinggal Anda yang harus menjaga kepercayaan mentor dengan mengerjakan setiap sarannya.
Lewat mentoring tersebut pula, Anda bisa melakukan konsultasi ketika menghadapi masalah, mendapatkan solusi yang jauh lebih jitu, hingga rahasia dalam mengembangkan potensi.
Melalui proses pendampingan dari mentor tersebut, Anda akan mendapatkan tips praktis selama mengembangkan bisnis dengan maksimal.
Susahkah menemukan mentor yang tepat?
Tidak juga.  Mencari mentor kan tidak harus selalu dari orang yang menjalankan bisnis yang sama dengan bisnis kita.  Yang penting mentor tersebut memiliki prinsip bisnis yang sejalan dengan kita. Dengan bertemunya dua kepala tentu saja bisa memunculkan berbagai gejolak dan aneka perbedaan.
Jangan lantas jadi mundur, karena ini bisa terjadi dimana saja, bukan hanya dalam proses mentoring.  Dalam hal apapun di dunia ini yang namanya perbedaan akan selalu ada.
Prinsipnya, yang harus Anda lakukan untuk bisa belajar dengan nyaman dengan seorang mentor adalah menyediakan lebih banyak ruang di hati untuk menghadapi perbedaan.  

Tetap mempertahankan pikiran positif satu sama lain dan selalu terbuka terhadap evaluasi dan kritik tentang apa yang baik dalam bisnis kita.

Perlukah Perempuan Mandiri?




Salah satu masalah krusial dalam pernikahan adalah harta. Kekurangan atau kelebihan harta, keduanya sama- sama memiliki potensi masalah yang sama. Jangan dikira setelah harta berlimpah, pasangan suami istri sama sekali tak memiliki masalah karena pada kenyataannya justru banyak yang sebaliknya. Pun jangan dianggap pasangan suami istri yang hanya memiliki sedikit harta pasti hidupnya menderita karena banyak juga yang hidup bahagia apa adanya.
Suami dan istri adalah orang asing yang sebelumnya tidak saling kenal. Adalah wajar sebenarnya bila salah satu di antara mereka menaruh curiga, entah seberapa persen besarnya, akan calon pasangan hidupnya, terlebih bila mereka memiliki latar belakang yang berbeda. Pengalaman masa lalu, dari orang tua misalnya, juga turut menyumbang kecurigaan salah satu pasangan terhadap pasangan lainnya. “Jangan- jangan hartaku akan diambil. Jangan-jangan kalau aku nggak kerja suamiku akan meremehkan aku. Jangan-jangan suamiku menyuruh aku tetap kerja setelah menikah karena dia tak mau sengsara sendirian. Jangan-jangan setelah menikah aku tak boleh lagi membantu keluargaku.” Beberapa contoh tersebut merupakan pergulatan batin yang selama ini banyak dialami oleh pasangan suami istri. Percikan kecil bisa berubah menjadi ledakan besar bila tidak segera diatasi.

Lalu, perlukah perempuan mandiri?
Bila saya berpenghasilan nanti malah merasa menjadi istri paling menderita karena suami pelit.
Saya tidak perlu produktif karena sudah berada di comfort zone karena suami ibarat “toserba” yang selalu mengabulkan semua permintaan saya
Kalau saya tidak bekerja nanti merasa teraniaya karena sebagai istri kita tak memiliki kuasa apa- apa

Jangan ketakutan-ketakutan dan kegalauan seperti itu menghalangi keinginan Anda untuk menjadi perempuan mandiri.

Perempuan harus mandiri bukan karena alasan harta semata.  Lebih jauh lagi mandiri itu bukan sekedar bisa berpenghasilan atau tidak.  Perempuan mandiri adalah perempuan yang berdaya.  Perempuan yang bisa membangun mindset positif dan mengenal diri sendiri, merumuskan impian-impiannya, mengaplikasikan manajemen waktu yang efektif, produktif dan bisa berkontribusi dalam banyak hal dengan segala potensi yang dimiliki.
Kedudukan harta “hanya” sebagai penghubung antara manusia dengan pencipta- Nya. Sehingga, keberadaannya tak serta merta dijadikan sebagai sandaran hidup dan alasan kita untuk memilih menjadi perempuan mandiri atau tidak.
Bila dengan adanya harta hubungan antara suami dan istri semakin harmonis, serta hubungan dengan Sang Pencipta semakin dekat, maka harta tersebut bermanfaat. Pun sebaliknya.
Jadi perlukah perempuan mandiri? HARUS!



Kamis, 12 Mei 2016

Penulis dan Pebisnis Memiliki Hubungan Mutualisme yang Erat, Mereka Saling Melengkapi Satu Sama Lain

(Buku Karya Penulis Indscript Creative)

Pebisnis tidak cukup memperdalam ilmu bisnis saja.  Pebisnis yang bisa menulis akan memiliki kemampuan lebih dalam memaparkan bisnisnya, menggali keuntungan produknya serta mempromosikan bisnisnya dalam bentuk tulisan yang menarik.
Bagi saya, penulis harus bisa berbisnis dan pebisnis harus bisa menulis.
Bagaimana caranya?
Bergaul dan belajarlah satu sama lain. 
Ada hubungan mutualisme antara bisnis dan pentingnya skill menulis.
Menjadi seorang pebisnis bukan berarti hanya bergabung dengan komunitas pebisnis saja.  Bergabung dengan komunitas di luar bisnis akan lebih memperluas wawasan.  Bergaul dan belajarlah di komunitas penulis.  Hingga ketika bisnis terpuruk pebisnis berusaha bangkit lagi, belajar dari penulis yang ketika mengalami penolakan tak berhenti di satu penerbit namun mencoba dan mencoba lagi dengan berusaha memperbaiki kesalahan.
Penulis bergaul sama pebisnis? Kenapa tidak? Ilmu bisnis baik juga dipelajari oleh para penulis untuk mendukung kariernya. Jika dunia menulis hanya seputar bahasa atau diksi juga kreativitas merangkai kata. Tak ada salahnya jika kita mengenal dunia baru yang mungkin akan membantu karier kita di dunia penulisan.
Para pebisnis selalu melakukan promo produknya agar dikenal oleh masyarakat. Maka tak ada salahnya jika penulis melakukan hal yang sama promosi buku barunya dengan memanfaatkan berbagai media.
Para penulis sukses selalu memiliki target pencapaian menulis buku dalam kurun waktu tertentu. Maka pebisnis juga harus memiliki keinginan dan tujuan yang sama. Buatlah target pencapaian usahanya dalam kurun waktu tertentu dengan berbagai strategi bisnis.
Penulis tidak hanya menulis dan mengirimkan naskah. Namun penulis dapat membangun sebuah bisnis seperti para pebisnis sukses. Karena penulis adalah profesi yang tidak hanya menunggu sampai buku kita untuk diterbitkan namun penulis harus banyak bergaul dengan pebisnis sehingga jiwa enterpreneur pebisnis dapat tertular ke penulis sehingga menawarkan naskah, mempromosikan buku, dan menghandle karya-karyanya seperti halnya sedang menjual produk.
Kosongkan gelas untuk menerima ilmu apapun.  Tak ada ilmu yang sia-sia ketika kita bersungguh-sungguh mempelajarinya. Begitupula penulis yang mau mempelajari ilmu bisnis untuk diterapkan dalam membangun profesinya sebagai penulis serta pebisnis yang mau mempelajari ilmu menulis untuk lebih melesatkan bisnisnya. 
Yuk, kita saling mengisi gelas kosong kita!