Tampilkan postingan dengan label dunia bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2016

3 Kesalahan Fatal Dalam Memulai Bisnis


Banyak sekali kesalahan fatal dalam memulai bisnis, namun saat berbuat kesalahan bukan berarti meninggalkan bisnis bukan?
Ada masalah, ada solusi
Kunci yang harus Anda pegang adalah terus belajar menyempurnakan bisnis dengan baik, hindari kesalahan fatal dalam memulai bisnis.  Berikut adalah beberapa kesalahan fatal dalam memulai bisnis yang harus Anda hindari.

Pertama, tidak mengawal hati supaya ada di jalan yang benar.  Kesulitan terbesar dalam bisnis bukan kompetisi bisnis, tetapi bagaimana mengawal hati supaya ada di jalan yang tepat.  Kompetisi hati, ya bagaimana hati untuk tetap berpikir jernih melibatkan luasnya persaingan, keunggulan pebisnis lainnya, hingga cara yang dilakukan sesama pebisnis tanpa mengotori hati.
Kompetisi hati menuju cara pandang yang positif akhirnya akan menyelamatkan setiap bisnis yang dikawal.  Berkompetisilah dengan hati untuk memenangkan persaingan.

Kedua,  Tidak paham konsep inovasi.  Inovasi adalah sebuah kata penting dalam bisnis.  Namun tidak semua inovasi berjalan baik, bahkan diantaranya bisa saja menuai kontroversi di dalam perusahaan sendiri. Siapkan telinga dan hati menerima kritik, saran dan masukan bagi perbaikan.  Apakah untuk selanjutnya inovasi akan dihentikan?  Tidak!  Yang harus dilakukan kemudian adalah berhati-hati dalam berinovasi.  Pahami konsep trial and error serta pahami juga konsep inovasi dan sukses.  Apakah artinya dengan inovasi tidak akan berbuat kesalahan?  Belum tentu.  Cara yang benar dalam berinovasi adalah mengakui jika terjadi kesalahan dan meningkatkan inovasi lainnya. 

Ketiga, tidak memiliki mental dan cara berpikir positif.  Berbisnis bukan hanya membutuhkan kekuatan uang untuk mengawalnya, jauh lebih pening adalah kekuatan mental.  Cara berpikir dan mental yang positif sangat membantu untuk keluar dari masa-masa binis yang suram.  Dalam berbisnis, saya pun tidak hanya mendapatkan pencapaian.  Terjun bebas dari posisi puncak menuju masa suram pernah saya rasakan.   Kalau saja saat itu saya menyerah Indiscript akan hilang dari peredaran.  Alhamdulillah dengan kekuatan mental semua bisa diatasi. 


Salah satu yang harus Anda pegang adalah ketika mendapatkan sukses tidak perlu bahagia berlebihan, ketika mendapatkan kegagalan, tidak perlu sedih berlebihan.  Jadikan kesalahan berbisnis sebagai pelajaran berharga untuk berproses lebih baik.  Nikmati semua proses dengan hati senang dan tenang.

5 Kesalahan Dalam Merancang Target Bisnis





Ketika saya mulai mengajarkan konsep mengejar target, tentulah tidak mudah bagi mereka yang terbiasa mengerjakan semua mengalir seperti air. 
Bagi saya, mengejar target adalah keharusan.  Kita semua harus berusaha mengejar target apapun.  Target hafalan Quran, target belajar, target bisnis, target menulis, target mendidik anak, target memprospek dan target apapun.  Tanpa target, memang hidup akan mengalir seperti air, tapi kalau airnya kering? Ya nggak bakalan ngalir.  Merancang target memang nggak gampang, perlu strategi dan berbagai pembelajaran, karena itu tak heran jika terkadang pebisnis melakukan beberapa kesalahan.
Berikut saya rangkum beberapa kesalahan dalam merancang target bisnis, silahkan disimak.

Pertama, Target tidak fokus ke sales.  Fokuslah ke penjualan lebih cepat bukan menumpuk produk

Kedua, Tidak mengkalkulasi produk baru berdasarkan PO dan ketersediaan stok.  Sebaiknya Anda menghitung target dan melakukan PO ketika produk mulai menipis.  Jika ANda butuh 3 hari untuk produksi, hitung dan produksi 3 hari sebelumnya menggunakan uang penjualan bukan produk baru

Ketiga, Tidak mengembangkan reseller.  Reseller agar produk lebih luas menjangkau pasar

Keempat, Tidak menggunakan target setiap bulan dan meracik program baru terus menerus sehingga tidak pernah kehabisan pasar.

Kelima, Tidak membuat program yang menarik untuk menjaring reseller.

Merancang target bisnis memang bukan persoalan mudah, seperti halnya menjadi pebisnis memang bukan persoalan yang mudah.  Diantara mimpi besar ingin membuat bisnis menjadi lebih besar.  Persoalan datang silih berganti dan selalu membuat pembelajaran semakin kaya.  Namun masalah datang silih berganti jangan membuat Anda berhenti bergerak. 
Teruslah bergerak mencari solusi, memunculkan inovasi, memperbaiki kesalahan dan tidak larut dalam masalah. 
Ketika saya sudah melakukan banyak hal untuk mencapai sesuatu tapi tidak bisa mencapainya, maka saya begitu percaya pada saat itu Allah meminta saya berpikir. Sudah siapkah mendapatkannya?  Sudah pantaskah mencapainya?
Yakin bahwa Allah akan memberikan rejeki dan mengabulkan doa serta mewujudkan ikhtiar ktia pada waktu dan kondisi yang tepat.
Nah, di akhir bulan ini target apa yang tidak bisa Anda capai?  Berjuanglah untuk bulan depan dan jangan pernah berhenti memohon pada Sang Maha Pemberi.  Tetap semangat!



Menghindari Larinya Konsumen Ke Pesaing, Butuh Komunikasi yang Intens



Memiliki belasan ribu teman di komunitas bisnis membuat saya semakin tahu masalah yang terjadi di lapangan bagi pebisnis.  Satu-persatu training pun INDSCRIPT Training Center diselenggarakan based on story anggota komunitas bisnis yang saya kawal.

Omzet yang menurun
Kesulitan mengemas strategi
Minim networking
Konsumen lari ke pesaing
Inovasi yang kurang
Tapiiii...modal terlanjur habis karena STOK yang tidak terjual, konsumen-konsumen lama malah lari ke pesaing.

Kenapa konsumen bisa lari ke pesaing?
Dalam berbagai kasus, cara memprospek yang kurang komunikatif serta membuat diskusi jadi mentok itulah yang jadi masalah utamanya.
Bisnis adalah komunikasi
Komunikasi dalam bisnis saat penting saat ini dan sampai kapanpun
Menghindari larinya konsumen ke pesaing butuh komunikasi yang intens.
Anda juga jangan langsung memprospek orang-orang yang baru Anda kenal.  Usahakan berteman dulu, berkomunikasi secara intens, agar mereka lebih terbuka terhadap Anda.  Bangun kepercayaan.  Tak lama lagi, tanpa Anda susah payah memprospek, mereka akan secara sukarela membeli produk Anda. 
Latihlah kemampuan dan keterampilan berkomunikasi atau public speaking Anda.  Jika perlu Anda bisa mengikuti training atau mencari coach creative public speaking.  Dari mereka Anda akan mendapatkan banyak ilmu bagaimana teknik-teknik closing yang jitu.
Kenalilah konsumen Anda, termasuk juga konsumen-konsumen lama Anda. Cari tahu apa kebutuhannya.  Berikan solusi atas kebutuhan konsumen Anda.  Setelah itu pahami apa saja yang diharapkan konsumen dari yang Anda tawarkan. Ungkapkan dengan jelas semua informasi yang dibutuhkan.   Transfer manfaat-manfaat positif dari produk Anda kepada mereka. 
Niatkan bisnis untuk berbagi manfaat pada semua orang.  Jika niat Anda baik, komunikasi yang Anda lakukan akan lebih lancar.

Pelajaran berharga juga kadang-kadang saya dapatkan dari sebuah komunikasi.  Saya berusaha menghindari kemarahan termasuk mencoba untuk tidak marah.  Begitupun saat Anda menghadapi konsumen yang mengesalkan.  Memang tidak mudah mengendalikan emosi.  Namun jika kita bisa mengendalikannya, hati akan terasa sangat damai, komunikasi pun akan lancar.
Memiliki sikap mental untuk berpikir, bertindak, berjejaring dan berkomunikasi secara positif dan kreatif akan mempermudah langkah kita, dimanapun, kapanpun. 

Mari makin KREATIF BERKOMUNIKASI.


Senin, 16 Mei 2016

Kenapa Training di Indscript Tidak GRATIS?


Pertanyaan itu ditanyakan oleh begitu banyak orang, TAPI ternyata tidak hanya ditanyakan pada Indscript. Kemarin, saat saya mendengarkan video seorang mentor yang keren di Indonesia, dia pun ditanyakan hal yang sama!
Lalu apa jawaban beliau, "Jika Anda ingin GRATIS untuk ILMU yang bisa membantu Anda untuk SUKSES maka mental Anda adalah mental gratisan. Maka, untuk yang mental gratisan, sulit untuk bisa sukses. Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan."
Saya sih tidak menjawab seekstrim itu, hanya saja saya ingin mengatakan bahwa TRAINING BERBAYAR sangat penting karena:
1. Pasti ilmunya lebih lengkap
2. Pasti semangat Anda lebih optimal karena Anda sudah merogok kocek Anda
3. Pasti Anda tidak lalai mengerjakan tugas karena Anda sudah membayar
4. Pasti Anda ingin hasil maksimal karena sudah mengeluarkan uang untuk training
5. Trainer atau mentor Anda bukan hanya akan memberi training tapi akan mendampingi Anda
Beda banget jika Anda mengikuti training gratisan yang biasanya:
1. Malas-malasan karena dapat training nggak ada effort berlebih
2. Setelah ikut training, dilepas begitu saja karena tidak ada pendampingan
3. Pusing sendiri mana yang mau diikuti sarannya karena semua menyajikan pola yang berbeda dalam memberikan arahan

Masih banyak alasan kenapa harus BAYAR padahal bisa juga ikut yang GRATISAN. Yang pasti sukses ada di tangan Anda sendiri, kesuksesan itu harus dibeli dengan KERJA KERAS, KONSENTRASI, WAKTU, dan juga BIAYA.

Oh ya, saya sendiri meski saat ini menjadi mentor dalam berbagai training nulis dan bisnis, tapi mengikuti training berbayar tetap saya lakukan. Bahkan saya memilih kelas training yang mahal sekalian, karena menurut saya training mahal ilmunya juga mahal. Dan sekarang saya sedang menyiapkan diri untuk mengikuti sekolah internet marketing yang juga berbayar selama 1 tahun full.

Bagaimana menurut Anda? Sudah siap mengikuti training berbayar?

Minggu, 15 Mei 2016

Ibu, Jadi Penulis Saja! Nggak Perlu Modal, Nggak Perlu Karyawan


Hai ibu, apakah Anda hobi menulis? Jika Ya, beruntungnya Anda!
Menulis adalah kegiatan yang positif yang menghasilkan.
Maka ibu rumah tangga yang ingin produktif dari rumah, jadi penulis saja! Nggak perlu modal, nggak perlu karyawan.
Bila dikelola dengan tepat, hobi menulis memang bisa menjadi bisnis yang menggiurkan.
Tapi apa yang harus ditulis?
Mungkin sebagian dari Anda masih bingung, bagaimana memulai dan apa yang harus ditulis. Sebenarnya banyak sekali hal yang bisa kita tulis. Kegiatan sederhana bila dikemas dengan rangkaian kata yang baik akan menjadi sebuah tulisan yang menarik. Salah satunya adalah menulis dari pengalaman
Sebagian orang ingin menulis hal-hal yang besar sehingga dia menunggu mood dan ide atau tema yang pas untuk tulisannya. Menunggu adalah hal yang harus dihindari ketika kita menulis. Jika ingin menjadi seorang penulis maka resep jitu adalah mulai menulis.
Jangan pernah takut menulis dari pengalaman. Karena banyak buku yang ditulis oleh penulis hebat berdasarkan dari pengalaman hidupnya. Bahkan diangkat menjadi layar lebar.
Kenal dengan Raditya Dika? Seorang penulis muda yang tulisan dalam bukunya banyak diangkat ke layar lebar. Hampir semua buku yang dia tulis adalah pengalaman sehari-hari yang awalnya dituliskan dalam bentuk cerita di blog.           
Jadi, jangan pernah beralasan berhenti menulis karena tak ada ide tulisan. Karena apapun bisa kita tulis salah satunya adalah menulis pengalaman hidup kita.
Tapi bagaimana memulainya?
Mungkin Anda punya banyak sekali pengalaman yang menarik untuk dituliskan tapi masih bingung untuk memulai menulis.   Yuk, kita susun langkahnya
1.      Tulis semua pengalaman menarik dan berkesan yang pernah kita alami
2.      Mulailah menulis salah satu pengalaman tersebut
3.      Menuliskan pokok pengalaman tersebut secara garis besar dan sistematis
4.      Kembangkan pokok pengalaman tersebut

Pengalaman adalah guru terbaik kita. Oleh karena itulah kita abadikan pengalaman hidup kita dalam sebuah tulisan agar bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang.  Mulai dari pengalaman yang lucu, menyenangkan dan menyedihkan.
Pengalaman biasa akan menjadi luar biasa jika diolah dengan kata-kata yang penuh makna bahkan dapat menjadi inspirasi orang di sekitar kita. Jadi jangan pernah takut untuk menulis dari pengalaman.
Yuk ibu, biar produktif jadi penulis saja!  Nggak perlu modal uang, nggak perlu karyawan.  Cukup modal pengalaman saja!



Sabtu, 14 Mei 2016

Membangun Bisnis dari Hobi Menulis

(Bersama Ibu Atalia Ridwan Kamil)


Saya memulai karir menulis sejak kelas 1 SMA. Tulisan saya dimuat di salah satu majalah remaja tahun 1996 dengan honor sebesar 150ribu. Namun, sebelumnya saya memang memantapkan hati menjadi penulis sejak kelas 4 SD karena hobi saya membaca dan saya ingin sekali kemudian menuliskan sesuatu serta tulisan saya dibaca oleh banyak orang. Bahkan, saya jatuh cinta pada seorang sastrawan yang puisinya sering tampil di media sejak remaja, saya kemudian bertemu dengannya dalam satu perhelatan di dunia: MENULIS.
Pada masa sekarang, semua orang amat dimudahkan untuk mencapai apapun karena internet menyajikan banyak informasi, interaksi, hingga kolaborasi tanpa batas. Pada zaman saya, kemudahan seperti ini tidak ada. Saya melakukan proses belajar menjadi penulis secara OTODIDAK. Tidak jarang saya mengetuk pintu media satu per satu bermodalkan mesin ketik, perangko, kertas, dan amplop. Jika DITOLAK saya akan kembali menyempurnakan tulisan, jika diACC menambah semangat belajar.   Saya menulis dan teus menulis.
Tahun 2007 saya memutuskan untuk membangun bisnis dari menulis, yakni bisnis jasa penulisan. Bisnis yang awalnya dianggap aneh dan tidak potensial oleh banyak orang.
Bisnis ini memang tidak biasa dan tidak seperti bisnis kebanyakan.  Namun keyakinan saya, jika sebuah bisnis dijalankan berdasarkan passion Insya Allah akan berjalan lancar.  Hambatan yang muncul akan lebih mudah teratasi.
Alhamdulillah lebih dari 2000 judul buku dari pada penulis yang berada di bawah naungan perusahaan saya berhasil diterbitkan hingga kini.  Bisnis saya terus berkembang dari hari ke hari.
Kini, usia bisnis menulis saya sudah bertahun-tahun namun hingga kini saya masih merasa NOL besar karena bisnis kepenulisan terus bergerak maju. Pesaing juga mulai bermunculan.
Hal ini tidak membuat saya menjadi gentar.  Saya terus belajar menyempurnakan langkah saya.

Maka, bagi Anda yang merasa tertarik membangun bisnis dari passion Anda mulailah semua dari NOL. Kosongkan kepala Anda dan mulailah berbisnis, lupakan semua hambatan.  Mulailah berbisnis dengan passion, namun tetaplah menjadi NOL agar Anda terus belajar menyempurnakan langkah Anda.

Kesalahan Memulai Bisnis

(Si sulung yang suka bisnis)

Sebagai seorang pebisnis pemula tentu menuntut Anda harus belajar banyak hal untuk menghindari kesalahan.  Melakukan kesalahan saat memulai bisnis bisa bikin bisnis Anda tidak jalan dengan baik.
Apa kesalahan yang kerap dilakukan saat memulai bisnis?
Kesalahan-kesalahan pebisnis pemula banyak berkaitan dengan etika berbisnis. Termasuk etika berbisnis dalam bidang promosi, yaitu dengan memberi informasi berdasarkan fakta mengenai produk atau jasanya. Sebagai contoh, Anda menuliskan bahan produk tanpa ada yang dikurangi atau ditambahi. Bila Anda bergerak di bidang jasa, harus menuliskan fasilitas yang memang akan diterima oleh pengguna.  Peganglah komitmen Anda.  Besar kecilnya konsumen Anda jangan pernah membuat Anda membeda-bedakan jasa yang Anda berikan pada mereka.

Selain itu, pelaku usaha yang paham etika bisnis selalu membuka dialog dengan anak buahnya. Pebisnis harus siap menerima masukan dan kritik dari karyawannya demi berkembangnya usaha sekaligus dapat berkembang bersama-sama. Jagalah selalu motivasi kerja pada karyawan Anda. Bukan sekedar memberi perintah tanpa menyiapkan fasilitas dan dukungan bagi karyawannya untuk berkembang.  Hubungan yang baik dengan karyawan akan membantu konsistensi Anda dalam menjalankan bisnis.  Banyak pebisnis yang berhenti di tengah jalan karena kehilangan karyawan-karyawan terbaik untuk membantu menggerakan bisnisnya menuju kesuksesan.

Tidak ketinggalan, pebisnis harus menghasilkan produk atau jasa yang tidak merugikan masyarakat luas. Misalnya, jangan sampai sampah bisnis justru meracuni lingkungan di sekitar, atau menggunakan bahan yang berbahaya tanpa menuliskan di dalam info produk, hingga menawarkan jasa kuliner tetapi tidak menjaga kebersihan sehingga dapat membuat konsumen keracunan.  Sikap peduli Anda pada konsumen akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen kepada Anda.  Sikap peduli menunjukkan bahwa Anda tidak semata-mata berbisnis untuk mencari keuntungan.  Namun lebih dari itu ingin membangun silaturahmi agar bisa menjamin kelanggengan hubungan bisnis dengan konsumen-konsumen Anda.  Suatu bisnis yang didirikan hanya untuk mencari keuntungan semata tidak akan bertahan lama.

Nah, bagaimana, sudah siapkah menjadi pebisnis yang beretika?


Jumat, 13 Mei 2016

Bisnis Butuh Mentor, Benarkah?



Meraih kesuksesan tentu menjadi impian setiap orang, apapun bidang profesi Anda.
Untuk meraih sukses bisnis butuh mentor, benarkah?
Tentu saja!  Belajar dari orang yang pernah mengalami pasang surut bisnis lalu mencapai kesuksesan adalah salah satu cara untuk mempercepat bisnis Anda mencapai sukses yang sama bahkan lebih.
Lalu, apa yang harus Anda lakukan?
Ini saatnya mencari mentor yang tepat agar kemampuan Anda kian melesat. Pilihlah mentor yang sudah melalui berbagai pengalaman hingga meraih titik sukses pada saat ini. Selain itu, juga ada baiknya mencari seorang mentor yang menawarkan pedampingan atau membuka ruang konsultasi kapan saja. Sehingga Anda bisa memanfaatkan semua peluang dengan maksimal.
Dimana Anda bisa dapatkan seorang mentor?
Perkembangan teknologi membuat siapa saja mudah berkenalan secara online dengan mentor yang sudah sukses. Anda dapat berteman lewat media sosial atau membaca tips bisnis lewat website-nya. Dari perkenalan di dunia maya tersebut, Anda bisa mendapatkan banyak pelajaran praktis dalam mengembangkan potensi diri.
Setelah itu cobalah bertanya secara langsung apakah orang tersebut bersedia menjadi mentor Anda.  Apabila bersedia, tinggal Anda yang harus menjaga kepercayaan mentor dengan mengerjakan setiap sarannya.
Lewat mentoring tersebut pula, Anda bisa melakukan konsultasi ketika menghadapi masalah, mendapatkan solusi yang jauh lebih jitu, hingga rahasia dalam mengembangkan potensi.
Melalui proses pendampingan dari mentor tersebut, Anda akan mendapatkan tips praktis selama mengembangkan bisnis dengan maksimal.
Susahkah menemukan mentor yang tepat?
Tidak juga.  Mencari mentor kan tidak harus selalu dari orang yang menjalankan bisnis yang sama dengan bisnis kita.  Yang penting mentor tersebut memiliki prinsip bisnis yang sejalan dengan kita. Dengan bertemunya dua kepala tentu saja bisa memunculkan berbagai gejolak dan aneka perbedaan.
Jangan lantas jadi mundur, karena ini bisa terjadi dimana saja, bukan hanya dalam proses mentoring.  Dalam hal apapun di dunia ini yang namanya perbedaan akan selalu ada.
Prinsipnya, yang harus Anda lakukan untuk bisa belajar dengan nyaman dengan seorang mentor adalah menyediakan lebih banyak ruang di hati untuk menghadapi perbedaan.  

Tetap mempertahankan pikiran positif satu sama lain dan selalu terbuka terhadap evaluasi dan kritik tentang apa yang baik dalam bisnis kita.

Rabu, 11 Mei 2016

Waktu yang Tepat Memulai Bisnis Adalah Dengan Melakukannya Sekarang dan Dari Hobi Anda




Sebagai ibu rumah tangga menghabiskan waktu tanpa kegiatan produktif tentu sangat disayangkan.  Menjalankan bisnis dari rumah merupakan pilihan para ibu agar tetap produktif.  Lalu kapan sih waktu yang tepat berbisnis? Sekarang!
Tapi masih bingung memulai dari mana? 
Mulailah dari hobi Anda!
Masih bingung juga?Yuk, ikuti tips saya dibawah ini :
Pertama, cari tahu terlebih dahulu apa hobi kita. Hobi harus sesuatu yang benar-benar kita sukai. Jadi, tak hanya sekadar ikut- ikutan. Karena jika hanya sekadar mengikuti trend, bisa dipastikan Anda akan lelah bahkan bosan menekuni bisnis Anda, terutama di kala menghadapi masa-masa sulit.
Kedua, catatlah segala macam bisnis dari hobi yang ada kemungkinan untuk bisa menghasilkan uang. Setelah memastikan apa hobi kita, kemudian catatlah segala macam kemungkinan bisnis atau usaha yang bisa kita kembangkan dari hobi tersebut. Misalnya, kita hobi memasak, maka kemungkinan bisnis yang bisa kita kembangkan adalah bisnis catering, atau kita hobi membuat kue dan membuat aneka kerajinan tangan, maka kemungkinan bisnis yang bisa dikembangkan adalah bisnis kue atau bisnis pengemasan yang menarik untuk aneka produk makanan.
Ketiga, ukur kapasitas diri. Apakah sesuatu yang kita gemari tersebut telah kita kuasai? Biasanya ada kecenderungan kita akan menguasai sesuatu yang kita gemari. Tetapi selain itu ada baiknya bila kita terus meningkatkan kemampuan diri yang berkaitan dengan hobi tersebut agar hasilnya tak setengah-setengah. Misal jika kita memilih bisnis kuliner, kita bisa mengikuti kursus memasak makanan dari negara lain untuk memperkaya ragam masakan kita sambil tidak lupa juga melakukan improvisasi dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia lokal.
Keempat, lakukan perencanaan. Mau diapakan bisnis yang kita “diadopsi” dari hobi ini? Dalam perencanaan kita harus melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Setidaknya, kita harus tahu apa kelebihan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan dari bisnis yang kita pilih. Dan jika kita memulainya didasari dari hobi, secara garis besar kita biasanya sudah mengetahui hal-hal ini, seperti yang sudah saya jelaskan di atas.
Kelima, buatlah merek sendiri. Sangat penting ketika memulai bisnis, kita mempunyai suatu merek. Ini adalah untuk memudahkan kita dalam memasarkan produk, selain itu juga membuat pelanggan mudah mengidentifikasi kita di antara beberapa pelaku bisnis serupa.
Keenam, lakukan marketing, dengan membentuk komunitas untuk memperkenalkan produk Anda. Jika Anda memulai bisnis dari hobi yang telah ditekuni sekian lama, sedikit banyak Anda sudah mempunyai komunitas yang bisa menjadi sasaran pemasaran produk Anda. Akan tetapi jika belum, Anda pun bisa mencarinya, baik dari internet melalui jejaring media sosial (Facebook, Instagram, dll) atau pun dari media cetak yang mengkhususkan mengulas hobi tertentu.

Demikian sedikit tips dari saya dalam memulai bisnis yang didasari dari hobi. Semoga membantu Anda memilih bisnis yang cocok dan bisa terus mengembangkan bisnis yang telah Anda miliki.

Asyiknya MAIN DUIT Dengan TEKNOLOGI, Semua Serba GAMPANG Ala DOKU WALLET


(Serunya main di DOKU)


Kunjungan pertama ke DOKU tidak sia-sia. Saya belajar banyak! Bahkan sempat meleleh karena tengsin akibat GAPTEK yang nggak ketulungan.
Nama DOKU sebenarnya nggak asing di telinga saya, salah satu mentor bisnis saya pernah menyebutkannya, tapi dulu __ saya cuek berat. Biasa emak gaptek disodorin teknologi langsung aja punya sejuta alasan dan alasan pertama paling beken, “emak-emak udah banyak urusan, teknologi berkembang pesat, tapi cukup pilih aja satu yang paling dikuasai dulu sebelum belajar yang lain.”
Alhasil, saya cuman bisa facebookan doang, sedangkan yang lain udah ke langit ke tujuh wawasannya. Alamak!
But, nggak ada kata terlambat untuk kenal dekat dengan dunia digital. Maka, tak pernah malu untuk datang ke acara-acara berbau internet dan berkenalan dengan para jawara di dunia digital meski nyempil sendiri dengan usia paling dewasa dan jilbab panjang di atas rata-rata hehehe
Saya haus belajar! Dan kedatangan ke DOKU membuat saya makin haus ilmu. Ingin mencoba ini dan itu, ingin praktik ini dan itu, dan ingin kolaborasi ini itu. Bikin capek orang yang saya jadikan partner belajar wkwkwk
DOKU, saya sih secara sederhana mengartikannya dengan DUIT. Ya, memang si DOKU yang sudah senior di Indonesia ini memang ngomongin duit, bedanya bukan duit yang ada di tangan tapi duit yang diputar secara online.
Duit yang diputar secara online karena memang DOKU memberikan begitu banyak kemudahan dalam melakukan pembayaran, semuanya secara VIRTUAL, ini disebut dengan DOKU WALET. Ada beragam jenis pembayaran yang bisa dilakukan seperti misalnya pembayaran listrik, pembelian barang di berbagai merchan, bahkan yang uniknya lagi adalah ternyata banyak sekali merchant populer di Indonesia yang bekerjasama dengan DOKU WALET. Kan, saya jadi IRI hati, masa saya nggak ikutan gabung ama DOKU hehehe
Sebuah IDE yang terbersit pada saat mendengarkan penjelasan DOKU dari dua orang lelaki-nya DOKU yaitu mas Firman dan kang Andry adalah ingin mewujudkan penggalangan dan penyaluran DONASI melalui DOKU sebab jujur saja, team saya yang mengurusi donasi dari emakpintar.asia dan indscript suka bingung sendiri kalau ada donasi TANPA NAMA misalnya, puyeeeng mau ngucapin makasih ke siapa J
Kolaborasi DOKU dan Indscript semoga bisa berjalan dengan baik, terutama kolaborasi DOKU dan IMA (Indonesia Marketing Association) yang menjadi wadah untuk berkembang bersama.
Thanks ya, DOKU, kini nggak perlu bawa DUIT RECEH kemana-mana hahaha

DOKU, The Better Way To Pay ONLINE!

Kata KUDO: Semua Bisa Jadi Pengusaha, Nggak Pake Ribet, Modal Cuman 10 Rebeng!



(Ruangan energik)

Aaaaah serius kemarin waktu saya akhirnya berkesempatan mampir bertukar pendapat dengan team KUDO yang energik, mendadak saya jadi ngerasa kembali seusia mereka J
Muda...
Energik...
Penuh ide...
Kalau saja bisa mengulang masa lalu, seharusnya saya nggak memelihara GAPTEK terlalu lama. Malu!
Tapi, tak apa, berKOLABORASI dengan orang muda, membuat semangat kembali muda dan memang semangat harus selalu awet muda.
Nama KUDO sering saya dengar dari anggota komunitas kami, “kudo, kudo, dan kudo” 4 huruf ini muncul di berbagai situasi. Jelas saya penasaran! Ingin tahu bentuk asli kudo itu seperti apa, apakah seperti kuda? Eeekh J
Bertemulah saya dengan sang penggerak KUDO, mas Firman dalam acara yang diselenggarakan IESEC (kamu bisa baca ini IESEC ) dan ngobrol sebentar lalu...AJAK MEETING! Nggak boleh menyia-nyiakan kesempatan berNetworking dan berKolaborasi, tentu saja!
Kantor KUDO menggambarkan kreativitas anak muda. Penuh warna-warni! Saya pun terpukau, terlebih lagi ketika memasuki ruangan demi ruangan kantor, ada tempat fitnes!
KUDO singkatan dari Kios Untuk Dagang Online. Pola yang dilakukan KUDO menarik, mereka memberikan SOLUSI bagi siapapun yang ingin memulai bisnis tanpa perlu ribet untuk mengumpulkan produk ataupun jasa. Dalam satu gadget semua bisa MENJUAL APA SAJA!
Baju, sepatu, perlengkapan rumah, bahkan berbagai pembayaran seperti tagihan listrik, PDAM, pulsa, dan beragam tagihan lainnya. Bayangkan kalau....kita semua harus mengumpulkan produk dan jasa itu satu per satu, bisa ngabisin berapa duit cuman buat nganvas dan follow up, berapa banyak waktu yang harus dihabiskan untuk ngedeal-in dengan merchan. Bisa nge-down duluan, apalagi kalau DITOLAK dan terus DITOLAK hehehe
KUDO pun datang dengan segenap solusi untuk kita semua, cukup bayar 10 RIBU saja sudah bisa bisnis. Oh My God, 10 Ribu artinya semangkuk bakso, bahkan semangkuk bakso aja ada yang harganya 35 Ribu, apa nggak untung segambreng kalau gabung sama KUDO.
Bagi saya, KUDO itu PINTAR, ya harus pintar ya? J. KUDO pandai menyasar pasar yaitu emak-emak kayak kita hehehe, emak-emak yang selalu haus ilmu sekaligus haus duit, selalu ingin sesuatu yang baru, selalu ingin dapat duit lebih J
Meskipun, sasaran emak-emak, bukan berarti KUDO nggak mengembangkan pasar lain, pasar mahasiswa juga tidak kalah menggeliatnya tumbuh bersama KUDO.

Well, emaks, sekarang gampang kan mulai bisnis? Nggak pake ribet dan cukup modal 10 rebeng saja!

Selasa, 10 Mei 2016

Salah Satu Cara Yang Paling Mudah Memulai Bisnis Adalah Dengan Membisniskan Hobi Yang Dimiliki




Kita pasti sudah sering mendengar “lebih baik mencoba berwirausaha”. Terutama bagi kaum muda, hal ini sering digaungkan di kampus-kampus atau sekolah tinggi. Jangan takut nggak punya kerjaan, bisnis aja!  Akan tetapi apa yang harus dibisniskan, bagaimana memulainya? Itulah pertanyaan yang sering muncul di dalam benak setiap orang ketika mereka ingin memulai bisnis.
Salah satu tips dari saya, yang paling mudah untuk mencari bidang yang bisa dibisniskan adalah dengan memulai dari apa yang menjadi hobi kita. Karena bagi kebanyakan orang, hobi sering diidentikkan dengan kegiatan yang menghabiskan uang. Tidak sedikit contoh yang kita lihat dari orang-orang yang rela menghamburkan uangnya demi kepuasan memenuhi hobinya. Seperti hobi otomotif, yang membuat para hobbies-nya rela menghabiskan jutaan hingga puluhan juga untuk mendandani kendaraan kesayangannya.
Jika kita bisa melihat potensi ini sebagai bidang bisnis, tentunya tidak akan sulit bagi kita yang telah menekuni hobi tertentu untuk mengubah hobi yang biasanya menghabiskan uang menjadi menghasilkan uang.
Di samping itu, jika memulai bidang bisnis yang didasarkan pada suatu hobi, pelakunya tidak akan pernah merasa bosan, akan selalu ada passion dalam mengelola bisnisnya agar bisa sukses. Itu baru awalnya saja, sementara tentunya Anda mengetahui bahwa aspek-aspek bisnis ada banyak sekali yang harus dikuasai jika ingin memulai suatu bisnis.

Untuk hal ini, jika Anda memulai bisnis yang didasari dari hobi, tentunya Anda sudah memiliki banyak pengetahuan yang detil tentang apa yang diperlukan untuk menjalankan hobi tersebut. Ibaratnya jika Anda sudah menekuni suatu hobi, secara tidak langsung Anda sudah memahami medan perang bisnis dari hobi tersebut, seperti siapa kompetitornya, kelebihan dan kekurangan para kompetitor, di mana tempat bisa berburu barang murah agar bisa dijual kembali, siapa calon pelanggannya, seberapa tinggi daya beli calon konsumen dan apa yang ingin Anda jadikan keunggulan maupun keunikan dari bisnis Anda. Jadi, ketika memulai suatu bisnis kelihatan sulit, jika memulainya dari hobi, mudah bukan? 

Senin, 09 Mei 2016

Bisnis Butuh Narsis? Heeeem….

(Bersama salah satu produk stik keju yang rasanya nendang banget, produk Kalimantan, terimakasih kirimannya mbak Wydia ^__*)


Apapun bentuk bisnis Anda, siapapun target marketnya, sebesar apapun bisnis Anda, narsis itu perlu untuk memperkenalkan bisnis Anda.  Beruntunglah saat ini ada teknologi digital yang menawarkan aneka jejaring sosial agar kita bisa narsis di sana.
Dengan narsis nge-share produk bisnis kita di jejaring sosial, teman-teman kita akan tahu bisnis yang sedang kita rintis. 
Masalahnya, yang narsis di jejaring sosial tidak hanya Anda.  Banyak pebisnis-pebisnis yang mungkin memiliki produk sama seperti Anda, juga pamer karya di jejaring sosial.  Karena itu, kalau mau sukses, narsis di jejaring sosial, bukanlah sembarang narsis.  Perlu dibarengi inovasi yang bagus dan pola berpikir kreatif.  Nah, keduanya bukanlah sesuatu yang gampang ditumbuhkan dalam diri seorang pebisnis, apalagi jika Anda berada pada posisi yang nyaman, bebas hambatan, dan berada dalam lingkungan bisnis memonopoli.
Ya, memang kebanyakan orang kreatif dan inovatif itu muncul dari lingkungan yang penuh persaingan sehingga semua berpikir bagaimana menjadi yang terbaik dalam berbagai situasi.
Berikut ada tips sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menumbuhkan kreatifitas dan inovasi dalam diri Anda agar aktifitas narsis Anda lebih efektif :
1. Tentukan target bisnis Anda. Jika Anda sudah memiliki tujuan bisnis yang lebih dibandingkan bisnis hari ini maka Anda akan memiliki motivasi untuk menerjang apapun yang ada di hadapan Anda untuk mewujudkan target Anda.
2. Bergabunglah dengan orang-orang yang kreatif. Tentu tak sekedar bangga bisa bergabung dengan mereka, PR Anda terbesar adalah bagaimana menyerap energi kreatif mereka sehingga pada akhirnya Anda bisa menjadi salah satu orang kreatif dalam lingkungan itu. Temukan motivator dalam hidup Anda yang membuat Anda bersemangat untuk mengikuti jejaknya
3. Bersikaplah santai. Jika Anda ingin menemukan inovasi dan kreatifitas Anda, jangan memforsirnya terlalu keras, karena justru dengan sikap santai Anda, tentu sambil terus mengamati Anda akan menemukan ide-ide yang dasyat.
4. Ambillah resiko yang ada di hadapan Anda. Mengambil resiko bukan berarti Anda nekad. Tapi Anda sudah memperhitungkan dampak negatif dan positifnya, dan dari sanalah Anda belajar untuk mematangkan langkah selanjutnya
5. Ubah sudut pandang Anda melihat setiap masalah. Kebanyakan orang memandang masalah sebagai hambatan, orang kreatif dan inovatif memandang masalah sebagai peluang. Ya, peluang untuk menciptakan ide-ide kreatif dalam memecahkan dan sebetulnya apapun dalam hidup Anda bisa mencetuskan ide dan peluang baru
6. Keluarlah dari kebiasaan Anda. Jika Anda sudah memahami bahwa kebiasaan Anda tidak baik, kenapa tidak dari detik ini berubah dan keluar dari kebiasaan itu? Terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. Mulailah bebenah diri untuk melakukan perubahan hidup Anda.

Sudah siap narsis dalam berbisnis? Tapi yang kreatif dan inovatif ya.

IRI Sumber Rusaknya Hati Perempuan

(Ibu-ibu Doyan Bisnis, Saling Mengedukasi dan Menginspirasi)


Terkadang kita sering merasa jauh tertinggal dari pebisnis lain. Rasanya begitu mudah orang lain menggapai kesuksesan.
Melihat kesuksesan pebisnis lain sebenarnya bagus untuk memotivasi diri Anda.  Prinsip “kalau dia bisa berhasil, sayapun pasti  bisa” memang harus selalu ditanamkan.
Tapi jangan sampai hal tersebut meracuni hati kita dengan rasa iri ya.  Iri sumber rusaknya hati perempuan pebisnis yang terkadang bisa membuat seorang pebisnis menghalalkan segala cara untuk bisa mengalahkan bahkan menjatuhkan pebisnis lain.
Aduh, jangan sampai hati kita terkotori.  Berikut ini adalah cara-cara yang sebaiknya Anda lakukan saat melihat kesuksesan orang lain:
1. Mempelajari kunci kesuksesan pebisnis lain dan berusaha memperbaiki kesalahan kita.Jangan terlalu merasa kecil hati jika Anda telah berbuat kesalahan. Baik kesalahan pada bisnis Anda atau pribadi Anda sendiri, sebab kesalahan itu justru akan menjadi guru Anda di masa mendatang. Salah satu kunci sukses adalah mau memperbaiki kesalahannya dengan sesuatu yang lebih berguna. Lakukanlah perbaikan di setiap sisi hidup dengan mempelajari kunci sukses pebisnis lain dan selalu melakukan yang terbaik.
2. Melakukan
perubahan. Tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan. Jika Anda tidak berubah maka Anda akan tertinggal dan tergerus zaman yang serba cepat ini. Boleh saja kita memantau kemajuan orang lain dan berusaha mengikuti jejak mereka.  Namun jangan hanya jadi penonton.  Anda harus bisa membuat orang lain melihat kesuksesan Anda juga.  Karena itu Anda harus bergerak melakukan perubahan

3. Mau menerima ilmu dari orang lain dan memberi ilmu kepada orang lain. Melihat peningkatan bisnis orang lain harus jadi pengobar semangat Anda untuk tumbuh dan bertumbuh dari keinginan untuk menerima dan memberi ilmu dari dan kepada banyak orang. Anda harus belajar dari orang lain dan suatu saat Anda juga harus siap berbagi ilmu kepada orang lain.
Jadi, jangan biarkan rasa iri merusak hati.  Mari kita ikut senang dengan kesuksesan orang lain dan tetap berusaha melesatkan bisnis kita agar membuat mereka juga melihat kesuksesan kita.  Semangat!

Pengusaha Stop Gengsi-Gengsian

(Berbagi ilmu bersama para pengusaha, Jakarta)


Siapa sih yang tak menginginkan bisnisnya sukses dan terus melesat?  Namun ada beberapa faktor penghalang yang menyebabkan bisnis tidak bisa berkembang.  Salah satunya adalah sifat malu dan gengsi melakukan beberapa hal.

Pengusaha stop gengsi-gensian.  Kalau mau sukses sebaiknya segera lakukan hal berikut ini :

Pertama, Jangan gengsi turun ke pasar dan buatlah pola promosi yang efektif.
Di sinilah diperlukan kejelian dan ketepatan. Pembacaan keadaan pasar yang tepat sangat dibutuhkan untuk dapat melahirkan sebuah promosi yang efektif. Tentu saja promosi yang efektif ini hanya akan bisa dicapai jika kita rajin turun ke pasar mengadakan survei dan mengikuti perkembangan keadaan pasar dengan seksama.

Kedua, Jangan gengsi mengkontak teman-teman lama
Coba lihat friendlist Anda di Facebook, catatan nomor telepon kawan lama, dan kartu nama yang sudah Anda simpan hingga berdebu. Bisa jadi, merekalah prospek cerah untuk bisnis Anda.

Ketiga, Jangan gengsi menerima kritik.  Selalu menganggap kritik sebagai hal positif untuk pengembangan diri
Bisnis baru, apalagi menggunakan metode out of box dalam penawarannya pasti akan mengundang banyak kontroversi. Mulai dari yang kagum dengan ide cerdas yang dilahirkan, sampai ada yang menghujat karena dianggap menyalahi pakem. Seorang calon entrepreneur muda yang sukses tidak akan menyerah karena kritik yang datang, justru mereka akan menggunakan kritik sebagai perbaikan. Mulailah jeli untuk menyaring kritik postif sebagai alat untuk menyempurnakan langkah dan membuang ke tong sampah kritik negatif yang hanya mematikan langkah.
Yang harus diasah oleh pebisnis awal adalah kekuatan mental untuk bersaing dengan ‘senior’ di lapangan, dan jangan cepat mundur dari ‘pertarungan’ bisnis hanya karena ejekan yang menjatuhkan.

Keempat, Jangan gengsi membuat jaringan
Perluasan jaringan harus dilakukan dari awal atau, jika perlu, sebelum hard launching dilakukan jaringan sudah terbangun. Bahkan, jauh hari sebelum soft launching. Apa pun jenis usaha Anda, jangan lupa mempersiapkan jaringan sedini mungkin. Jika pasar sudah siap, lebih gampang untuk menawarkan produk. Daripada fokus pada maintenance produk dan lambat pada pencarian jaringan atau pasar yang dituju.

Setelah jaringan telah Anda kuasai, jangan lupa menjaganya. Anda sudah berada dalam lingkaran persaingan yang bergerak sangat cepat dan super inovatif, sehingga satu dan lain hal bisa membuat jaringan Anda berpaling hati. Kuncinya selain Anda selalu menjaga jaringan dengan pelayanan yang profesional, Anda bisa menjaga hubungan semi formal dengan apik agar keduanya yaitu profesional dan pertemanan bisa berjalan harmonis. Kalau sudah begitu hubungan bisnis Anda bisa bertahan selamanya.


Kalau sudah begini, apalagi yang kurang? Bisnis yang Anda bangun akan terus beranjak naik dengan pasti! Yuk kita stop gengsi-gengsian!

Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau


(Bersama salah satu pebisnis di bidang fashion, Hikmawati)


Pernahkah Anda ingin mengubah haluan bisnis Anda karena ingin ikut-ikutan bisnis teman yang Anda anggap lebih menguntungkan?
Itulah kebiasaan buruk pebisnis pemula yang selalu melihat rumput tetangga lebih hijau daripada rumputnya sendiri.
Memang mungkin rumput tetangga lebih hijau, tapi apa benar bisnisnya akan cocok kita jalankan?  Belum tentu!  Lebih baik fokus di bisnis Anda, besarkan bisnis Anda. Sukses itu berawal dari fokus.  Tak ada konsep sukses yang berawal dari palugada (apa lu mau gue ada) apalagi bisnis yang dijalankan sekedar untuk ikut-ikutan orang lain.  Dengan fokus kita bisa menyatukan semua energy kita yang terserak menjadi terarah ke satu titik sehingga akan menghasilkan energi yang lebih dasyat.
Bisnis itu harus melalui proses yang panjang, melalui berbagai pengalaman.  Jangan berpikir tetangga pemilik rumput hijau yang sekarang beromzet milyaran rupiah tidak menjalani proses yang berliku.  Mereka pasti pernah mengalami naik dan turun dalam bisnisnya.
Awal berbisnis biasanya memang belum hijau layaknya rumput tetangga.  Tapi kalau kita fokus dan konsisten mengembangkannnya pasti suatu hari nanti akan menjadi bisnis yang besar.  Fokus dalam bisnis dengan mengejar satu target dalam mengelola bisnis sangatlah penting agar bisnis yang kita tekuni mampu memberikan keuntungan yang maksimal.
Yang terpenting, perbaiki semua kesalahan dalam berbisnis.  Ubah cara-cara lama Anda menjadi cara baru yang jauh lebih menarik.  Jalani semua proses berbisnis dengan penuh ketekunan hingga akhirnya Anda akan menemukan cara menjalani bisnis yang lebih baik dari hari ke hari.
Jangan lupakan juga konsep trial and error. Eksekusi setiap ide dan evaluasi setiap gerakan sehingga menjadi catatan langkah berikutnya. Kesuksesan itu adalah hal yang bisa dipelajari sebagaimana kegagalan juga bisa dihindari.
Dari pada Anda terpaku memandang rumput tetangga yang tampak terus menghijau, lebih baik Anda terus mengasah skil Anda dalam berbisnis.  Bisnis itu life skill atau keterampilan hidup yang harus terus diasah.  Jadilah pebisnis yang pembelajar, yang selalu haus akan ilmu-ilmu baru.

Selamat mencoba!

Minggu, 08 Mei 2016

Kenapa Semua Orang Harus Jadi Sales

(Kemampuan sales adalah investasi bisnis)


Pengalaman saya di dunia sales sudah dimulai sejak saya  masih duduk di bangku SMA.  Jualan saya pertama adalah tulisan saya.  Jiwa sales saya terus membuncah seiring waktu sehingga ketika akhirnya saya mendirikan usaha sendiri.  Bagi saya, apapun produknya sales itu urusan nomor satu.
Ya, apapun pekerjaan atau bisnis yang dijalankan, tanpa kemampuan sales pasti bisnisnya tidak akan berjalan dengan baik.  Misalnya saja seorang penulis yang malas mempromosikan dan menjual bukunya akan membuat angka penjualan bukunya tidak optimal.  Atau seorang perempuan yang pintar membuat kue namun malu-malu dalam menjual, jangan berharap bisa maksimal hasil penjualan kuenya.
Sedemikian pentingnya sales, namun tidak semua menyadari bahwa pada saat ini, menjadi sales bukan lagi merupakan profesi semata melainkan merupakan kebutuhan di berbagai aktivitas. 
Sayangnya bagi sebagian orang, sales masih menjadi sebuah gerakan malu-malu, aktivitas yang dilakukan dengan malas-malasan dan merupakan satu pekerjaan yang tidak dijalankan dengan senang hati.
Padahal di dunia sales yang penting adalah percaya diri, ketekunan dan pantang menyerah.
Banyak perempuan yang menyerah dalam hal sales bahkan dengan berbagai alasan merasa sales bukan bidangnya.  Mindset seperti ini yang harus diubah.  Keahlian sales itu persis seperti keahlian menulis, hanya bisa dimiliki jika prosesnya terus dijalankan.  Awalnya mungkin malu bahkan malu banget tapi seiring dengan dijalankan prosesnya, yakinlah Anda akan semakin berani menjual tanpa ada perasaan malu dan malas lagi.
Langkah awal menjalankan proses sales adalah mengenali produk yang Anda tawarkan sebaik mungkin.  Semakin mengenali produk semakin lancar proses edukasi produk dan proses menjual dilapangan.
Langkah berikutnya adalah bersahabat dengan calon pembeli Anda.  Karena dengan hubungan personal, Anda akan menikmati proses sales menajadi lahan untuk silaturahmi dan belajar. 
Langkah pamungkas adalah siap ditolak.  Saat menjual jangan takut ditolak.  Yakinlah, walau ditolak satu orang masih ada seribu orang yang bersedia membeli produk Anda.

Nah, sudahkah Anda menjadi sales?  Happy selling!

Bisnis Rugi? Introspeksi Diri!



Bisnis Anda merugi?  Saatnya introspeksi diri, saatnya mengevaluasi bisnis Anda.
Apapun bentuk bisnis Anda  dan bagaimanapun kondisinya, apalagi saat merugi, introspeksi diri dan evaluasi bisnis adalah suatu keharusan untuk keberlanjutan bisnis Anda.  Maksudnya tentu untuk keberlanjutan yang lebih baik
Bagaimana memulai introspeksi diri dan evaluasi bisnis?  Jawab dulu pertanyaan-pertanyaan berikut.
1.      Bagaimana kondisi penjualan Anda.  Apakah menunjukkan kenaikan atau penurunan.  Coba Anda lihat laporan penjualan, lihat per semester akhir, per enam bulan terakhir atau satu tahun terakhir, di awal tahun hingga penutup tahun.  Apakah positif atau negatif?  Jika positif lakukan evaluasi produk mana yang paling laku dan kenapa laku, apakah karena Anda sudah melakukan perbaikan pada produk atau karena pesaing Anda yang kurang berinovasi?  Begitupun sebaliknya jika kondisi penjualan menurun lakukan juga instrospeksi diri dan evaluasi.
2.      Bagaimana kondisi keuntungan perusahan?  Apakah menunjukkan keuntungan atau kerugian?  Bisa jadi walaupun penjualan Anda Bagus, tapi Anda merugi.  Hal ini   karena berbagai alasan lainnya.  Kalau sudah begitu tentu Anda harus segera melakukan tindakan berarti agar kerugian tidak berkepanjangan.  Namun jika kondisi keuntungan sudah positif, maka tinggal menguatkan apa yang sudah Anda jalankan dan antisipasi jika ada kejadian terburuk akan dialami
3.      Bagaimana kondisi pasar? Apakah pesaing Anda semakin banyak atau produk sejenis makin banyak? Coba cermati kembali pasar yang dimiliki masih menggiurkan atau sudah semakin sempit?  Jika memang Anda serius merebut pasar itu, walaupun pesaing sudah semakin banyak, maka yang harus dilakukan adalah berpikir untuk melakukan hal yang lebih dibandingkan pesaing
4.      Bagaimana tim Anda? Apakah sudah memiliki tim yang tangguh Lihatlah ke intern perusahaan apakah memiliki orang-orang yang bisa diandalkan untuk menghande bisnis dengan baik, atau memang menjalankan bisnis seorang diri?  Mungkin sudah saatnya Anda membentuk satu tim yang handal untuk menumbuhkembangkan bisnis .  Kalau memang belum ada, cari dari sekarang.
5.      Bagaimana promosi produk Anda? Apakah masih konvensional atau sudah serba digital? Seefektif apakah? Tidak banyak perusahaan yang paham bagaimana cara mempromosikan produk mereka karena kadang ada juga produk yang tanpa promosi tetap laku
Pertanyaan-pertanyaan diatas harus Anda jawab sebagai bahan introspeksi diri dan evaluasi.  Apakah proses bisnis yang lama akan dipertahankan atau tidak?  Jika tidak, bagaimana proses baru yang akan Anda jalankan? 
Jika dalam menemukan solusi Anda menemukan kebuntuan, nah, inilah saatnya membutuhkan Mentor bisnis.  Mentor inilah yang akan membantu menemukan jawaban atas masalah-masalah bisnis Anda.

Jadi saat bisnis rugi, segera introspeksi diri.  Jangan sampai terlambat ya!