Minggu, 15 Mei 2016

Nggak Perlu Keluar Rumah Untuk Dapat Ilmu


Menjadi seorang penulis adalah cara terbaik untuk mengekpresikan pengetahuan dan pemikiran Anda.  Bagi yang belum terjun secara penuh ke dunia ini, kedengarannya sangat mudah untuk menjadi seorang penulis, namun seiring berjalannya waktu Anda akan menyadari bahwa menulis itu sebenarnya tidak mudah.
Ya, meskipun Anda sudah lancar menulis, bukan berarti jalan sudah terbuka lebar-lebar. Akan tetapi, banyak kerikil tajam yang siap menghadang jejak langkah Anda dalam menapaki dunia kepenulisan.
Apakah ada cara untuk mengatasinya? Tentu saja!
Caranya adalah jangan pernah berhenti belajar.  Menjadi seorang penulis besar tidak boleh berhenti belajar.  Jadikan belajar menulis dan menulis sebagai proses yang berkesinambungan untuk terus meningkatkan kualitas tulisan Anda.  Anda harus mampu memperkaya wawasan diri Anda setiap hari, jika Anda menginginkan keseriusan dalam dunia menulis.
Sekarang ini banyak kemudahan untuk mencari ilmu menulis.  Anda nggak perlu keluar rumah untuk dapat ilmu.
Belajar menulis bisa dimulai dari media apa saja, termasuk media-media yang disajikan melalui teknologi Internet.   Anda bisa belajar melalui akun sosial media orang-orang yang sudah ahli dalam dunia menulis.  Dapatkan inspirasi dari penulis terbaik dan belajarlah dari mereka.  Itu akan membantu Anda terinspirasi dan meningkatkan kualitas Anda dalam menulis.
Hilangkan faktor dari dalam diri sendiri yakni rasa malas yang menyebabkan Anda berhenti belajar menulis.
Berhenti belajar menulis dalam jangka waktu lama akan membuat ketrampilan dan motivasi yang telah Anda miliki akan hilang. Untuk itu, tidak ada jalan lain bagi seorang penulis kecuali harus tetap konsisten belajar dan terus menulis dalam kondisi apapun dan dimanapun. Jangan biarkan kesempatan terbuang sia-sia tanpa ada aktifitas menulis. Tetaplah menulis, meskipun hanya berupa; diary, catatan harian, flash fiction, outline, dan lain-lain.  Belajarlah ilmu menulis setiap ada kesempatan.
Cobalah lihat, banyak inspirasi datang dengan belajar dari kehidupan di sekitar Anda.  Dengan terus belajar, Anda akan terhindar dari mental blok dan kekurangan ide.  Ilmu itu ada dimana-mana.  Nggak perlu keluar rumah untuk dapat ilmu.  Semuanya tergantung Anda sendiri, sudah kosongkan gelas Anda setiap saat?








Ibu, Jadi Penulis Saja! Nggak Perlu Modal, Nggak Perlu Karyawan


Hai ibu, apakah Anda hobi menulis? Jika Ya, beruntungnya Anda!
Menulis adalah kegiatan yang positif yang menghasilkan.
Maka ibu rumah tangga yang ingin produktif dari rumah, jadi penulis saja! Nggak perlu modal, nggak perlu karyawan.
Bila dikelola dengan tepat, hobi menulis memang bisa menjadi bisnis yang menggiurkan.
Tapi apa yang harus ditulis?
Mungkin sebagian dari Anda masih bingung, bagaimana memulai dan apa yang harus ditulis. Sebenarnya banyak sekali hal yang bisa kita tulis. Kegiatan sederhana bila dikemas dengan rangkaian kata yang baik akan menjadi sebuah tulisan yang menarik. Salah satunya adalah menulis dari pengalaman
Sebagian orang ingin menulis hal-hal yang besar sehingga dia menunggu mood dan ide atau tema yang pas untuk tulisannya. Menunggu adalah hal yang harus dihindari ketika kita menulis. Jika ingin menjadi seorang penulis maka resep jitu adalah mulai menulis.
Jangan pernah takut menulis dari pengalaman. Karena banyak buku yang ditulis oleh penulis hebat berdasarkan dari pengalaman hidupnya. Bahkan diangkat menjadi layar lebar.
Kenal dengan Raditya Dika? Seorang penulis muda yang tulisan dalam bukunya banyak diangkat ke layar lebar. Hampir semua buku yang dia tulis adalah pengalaman sehari-hari yang awalnya dituliskan dalam bentuk cerita di blog.           
Jadi, jangan pernah beralasan berhenti menulis karena tak ada ide tulisan. Karena apapun bisa kita tulis salah satunya adalah menulis pengalaman hidup kita.
Tapi bagaimana memulainya?
Mungkin Anda punya banyak sekali pengalaman yang menarik untuk dituliskan tapi masih bingung untuk memulai menulis.   Yuk, kita susun langkahnya
1.      Tulis semua pengalaman menarik dan berkesan yang pernah kita alami
2.      Mulailah menulis salah satu pengalaman tersebut
3.      Menuliskan pokok pengalaman tersebut secara garis besar dan sistematis
4.      Kembangkan pokok pengalaman tersebut

Pengalaman adalah guru terbaik kita. Oleh karena itulah kita abadikan pengalaman hidup kita dalam sebuah tulisan agar bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang.  Mulai dari pengalaman yang lucu, menyenangkan dan menyedihkan.
Pengalaman biasa akan menjadi luar biasa jika diolah dengan kata-kata yang penuh makna bahkan dapat menjadi inspirasi orang di sekitar kita. Jadi jangan pernah takut untuk menulis dari pengalaman.
Yuk ibu, biar produktif jadi penulis saja!  Nggak perlu modal uang, nggak perlu karyawan.  Cukup modal pengalaman saja!



Sabtu, 14 Mei 2016

Berkomunitas, Jangan Jadi Silent Reader, Makin Aktif Makin Baik Untuk Bisnis Anda





(Berkomunitas dengan aktif)

Tahukah apapun profesi Anda harus wajib masuk di dalam komunitas sebagai salah satu kunci sukses? Begitu pula jika Anda memiliki bisnis wajib bergabung di komunitas bisnis.   Namun berkomunitas, jangan jadi silent reader, makin aktif makin baik untuk bisnis Anda, baik secara online maupun offline. Banyak sekali manfaat bergabung di komunitas bisnis, antara lain:

Satu, Anda akan dapat banyak ilmu secara gratis saat komunikasi internal di komunitas. Sebagai anggota komunitas tentu ada yang lebih profesional serta mau berbagi ilmu dan pengalaman soal dunia bisnis. Padahal untuk mendapatkan ilmu Anda harus merogoh kocek, seperti datang ke seminar atau mengikuti pelatihan. Sedangkan di komunitas? Biasanya gratis!

Dua, di komunitas akan bertemu dengan anggota lain, yang artinya menambah daftar teman sekaligus membuka peluang kerja sama. Link tersebut sangat bermanfaat agar bisnis Anda kian berkembang di masa mendatang. Sebagai contoh, Anda pebisnis kerajinan tangan yang bertemu dengan pebisnis wedding organizer di komunitas, maka Anda dapat menawarkan kerja sama dengan menyediakan produk souvenir.

Tiga, yang paling menyenangkan adalah melalui komunitas bisa mendatangkan proyek. Sebagai contoh, anggota komunitas A sedang mendapatkan banyak order souvenir yang kemungkinan tidak bisa dikerjakan semua, maka Anda dapat menawarkan bantuan dengan membuat produk souvenir dengan kualitas yang sama pula.

Empat, mendapatkan informasi lomba. Para anggota komunitas saling berbagi informasi mengenai lomba yang menarik untuk diikuti. Jika salah satu anggota komunitas pernah menjadi pemenang lomba tersebut, akan memberikan bocoran apa-apa saja yang menarik bagi juri. Rahasia ini dapat Anda gunakan sebagai acuan untuk mengikuti lomba saat ini. Tentu saja, tips tersebut tidak akan Anda dapatkan jika tidak bergabung di komunitas.

Lima, komunitas umumnya mengadakan event. Momen tersebut dapat Anda gunakan untuk lebih dekat dengan anggota lain. Bisa juga, di acara komunitas akan mendatangkan tokoh nasional yang susah untuk Anda temui.
Nah, tunggu apalagi? Segera mencari komunitas bisnis dan aktif di dalamnya.




Membangun Bisnis dari Hobi Menulis

(Bersama Ibu Atalia Ridwan Kamil)


Saya memulai karir menulis sejak kelas 1 SMA. Tulisan saya dimuat di salah satu majalah remaja tahun 1996 dengan honor sebesar 150ribu. Namun, sebelumnya saya memang memantapkan hati menjadi penulis sejak kelas 4 SD karena hobi saya membaca dan saya ingin sekali kemudian menuliskan sesuatu serta tulisan saya dibaca oleh banyak orang. Bahkan, saya jatuh cinta pada seorang sastrawan yang puisinya sering tampil di media sejak remaja, saya kemudian bertemu dengannya dalam satu perhelatan di dunia: MENULIS.
Pada masa sekarang, semua orang amat dimudahkan untuk mencapai apapun karena internet menyajikan banyak informasi, interaksi, hingga kolaborasi tanpa batas. Pada zaman saya, kemudahan seperti ini tidak ada. Saya melakukan proses belajar menjadi penulis secara OTODIDAK. Tidak jarang saya mengetuk pintu media satu per satu bermodalkan mesin ketik, perangko, kertas, dan amplop. Jika DITOLAK saya akan kembali menyempurnakan tulisan, jika diACC menambah semangat belajar.   Saya menulis dan teus menulis.
Tahun 2007 saya memutuskan untuk membangun bisnis dari menulis, yakni bisnis jasa penulisan. Bisnis yang awalnya dianggap aneh dan tidak potensial oleh banyak orang.
Bisnis ini memang tidak biasa dan tidak seperti bisnis kebanyakan.  Namun keyakinan saya, jika sebuah bisnis dijalankan berdasarkan passion Insya Allah akan berjalan lancar.  Hambatan yang muncul akan lebih mudah teratasi.
Alhamdulillah lebih dari 2000 judul buku dari pada penulis yang berada di bawah naungan perusahaan saya berhasil diterbitkan hingga kini.  Bisnis saya terus berkembang dari hari ke hari.
Kini, usia bisnis menulis saya sudah bertahun-tahun namun hingga kini saya masih merasa NOL besar karena bisnis kepenulisan terus bergerak maju. Pesaing juga mulai bermunculan.
Hal ini tidak membuat saya menjadi gentar.  Saya terus belajar menyempurnakan langkah saya.

Maka, bagi Anda yang merasa tertarik membangun bisnis dari passion Anda mulailah semua dari NOL. Kosongkan kepala Anda dan mulailah berbisnis, lupakan semua hambatan.  Mulailah berbisnis dengan passion, namun tetaplah menjadi NOL agar Anda terus belajar menyempurnakan langkah Anda.

Kesalahan Memulai Bisnis

(Si sulung yang suka bisnis)

Sebagai seorang pebisnis pemula tentu menuntut Anda harus belajar banyak hal untuk menghindari kesalahan.  Melakukan kesalahan saat memulai bisnis bisa bikin bisnis Anda tidak jalan dengan baik.
Apa kesalahan yang kerap dilakukan saat memulai bisnis?
Kesalahan-kesalahan pebisnis pemula banyak berkaitan dengan etika berbisnis. Termasuk etika berbisnis dalam bidang promosi, yaitu dengan memberi informasi berdasarkan fakta mengenai produk atau jasanya. Sebagai contoh, Anda menuliskan bahan produk tanpa ada yang dikurangi atau ditambahi. Bila Anda bergerak di bidang jasa, harus menuliskan fasilitas yang memang akan diterima oleh pengguna.  Peganglah komitmen Anda.  Besar kecilnya konsumen Anda jangan pernah membuat Anda membeda-bedakan jasa yang Anda berikan pada mereka.

Selain itu, pelaku usaha yang paham etika bisnis selalu membuka dialog dengan anak buahnya. Pebisnis harus siap menerima masukan dan kritik dari karyawannya demi berkembangnya usaha sekaligus dapat berkembang bersama-sama. Jagalah selalu motivasi kerja pada karyawan Anda. Bukan sekedar memberi perintah tanpa menyiapkan fasilitas dan dukungan bagi karyawannya untuk berkembang.  Hubungan yang baik dengan karyawan akan membantu konsistensi Anda dalam menjalankan bisnis.  Banyak pebisnis yang berhenti di tengah jalan karena kehilangan karyawan-karyawan terbaik untuk membantu menggerakan bisnisnya menuju kesuksesan.

Tidak ketinggalan, pebisnis harus menghasilkan produk atau jasa yang tidak merugikan masyarakat luas. Misalnya, jangan sampai sampah bisnis justru meracuni lingkungan di sekitar, atau menggunakan bahan yang berbahaya tanpa menuliskan di dalam info produk, hingga menawarkan jasa kuliner tetapi tidak menjaga kebersihan sehingga dapat membuat konsumen keracunan.  Sikap peduli Anda pada konsumen akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen kepada Anda.  Sikap peduli menunjukkan bahwa Anda tidak semata-mata berbisnis untuk mencari keuntungan.  Namun lebih dari itu ingin membangun silaturahmi agar bisa menjamin kelanggengan hubungan bisnis dengan konsumen-konsumen Anda.  Suatu bisnis yang didirikan hanya untuk mencari keuntungan semata tidak akan bertahan lama.

Nah, bagaimana, sudah siapkah menjadi pebisnis yang beretika?


“Memulai Bisnis dari Nol Untuk Menjadi Wirausaha Di Era MEA”

(Kegiatan kolaborasi untuk pemberdayaan perempuan)


Pada hari kamis tanggal 12 Mei yang lalu, saya mengawal para ibu di kawasan Kelurahan Regol untuk mengikuti pelatihan produk home care yang digelar PT Bratachem, Indscript Creative bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung. Organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Indonesia Marketing Association (IMA). Kolaborasi ini terjalin dengan sangat apiknya karena kami semua concern dalam pemberdayaan perempuan, membuat perempuan Indonesia jauh lebih baik dari waktu ke waktu.
Kegiatan bertajuk “Memulai Bisnis dari Nol Untuk Menjadi Wirausaha Di Era MEA” ini bertujuan mengajak para ibu rumah tangga untuk memiliki jiwa pebisnis.  Para ibu diberikan pelatihan membuat produk sendiri khususnya sabun cuci piring dan detergen cair yang aman dan ramah lingkungan. Diharapkan kedepan mereka bisa menjual produk tersebut.
Kegiatan ini disambut baik oleh Ibu Siti Oded, istri Wakil walikota Bandung.  Keinginan beliau agar kegiatan ini dapat menambah nilai ekonomi bagi para ibu rumah tangga.
Senang rasanya menyaksikan antusiasme perempuan-perempuan hebat ini selama berkegiatan.  Bersama mereka bagaikan mendapat suntikan energi positif yang tidak pernah habis.  Ya, dalam berbagai pertemuan seperti ini saya menyerap begitu banyak energi positif, energi yang saling menular satu sama lain.
Mengikuti kegiatan seperti ini memang banyak mendatangkan hal yang positif.  Para ibu bisa belajar satu sama lain untuk  menelurkan kreativitas dilakukan terus menerus dan tanpa batas. Meski mungkin saja tidak semua hal kreatif yang ditelurkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara langsung, namun dari sinilah mereka bisa belajar bereksperimen untuk terus melangkah dan mempelajari hal-hal yang baru.
Dari setiap pertemuan, para ibu yang berjumlah 60 orang itu bisa belajar membangun kekompakan dan berlatih membangun komunikasi dengan banyak orang.  Belajar bergaul dengan semua orang di sekeliling.  Bergaul kan tak harus dengan orang dengan latar belakang yang sama.  Berinteraksi bisa dengan siapa saja selama memberikan pengaruh baik.
Mutiara Udjo yang juga hadir menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut memaparkan mengenai pentingnya strategi marketing dalam bisnis. Beliau menceritakan bagaimana Saung Angklung Udjo membangun bisnis. “diawali ngamen dari rumah ke rumah” ujarnya.
Saya sendiri membawakan materi mengenai bagaimana memulai bisnis dari nol, mulai dari menciptakan produk hingga melakukan penjualan. Sedangkan dari Bratachem memberikan penjelasan mengenai bahan dan output yang bisa dihasilkan.
Perempuan, mari kita berinteraksi dan belajar satu sama lain sebagai pembuka kesuksesan berikutnya di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.  
Jadilah pribadi yang terbuka, fleksibel, ramah dan haus untuk terus belajar.  Sehingga kita memiliki banyak relasi dan mudah bergaul dengan siapa pun. Sebaliknya jika kita menutup diri bahkan tak mau bersosialisasi. Bersiaplah untuk menjadi manusia asing.


Jumat, 13 Mei 2016

FREE Ebook Manajemen Waktu untuk Ibu Rumah Tangga



Sebagai persembahan terbaik bagi Anda, saya memberikan ebook khusus yang semoga bermanfaat untuk membuat manajemen waktu Anda lebih baik

Monggo didownload aja 


http://www.4shared.com/office/CKHqB6Tfce/E-Book-Seri-jagoan-Jilid-5-Jag.html


Salam penuh bahagia,
Indari Mastuti